Pemilih Transaksional

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

DEMAK-Pilkada Demak 9 Desember mendatang tetap akan dibayang-bayangi oleh karakter pemilih yang transaksional. Artinya, mereka akan menggunakan hak pilihnya bila ada pemberian uang (money politics).

Gambaran ini terekam dari hasil riset atau penelitian yang dilakukan Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Nahdlatul Ulama (Lakpesdam NU) kerjasama dengan KPUD setempat yang disampaikan dalam acara diseminasi hasil riset evaluasi partisipasi politik warga pada pemilu legislatif tahun 2014 di Kabupaten Demak, kemarin.

Ketua tim riset Lakpesdam NU, Dr Abdurrahman Kasdi mengungkapkan bahwa dari riset yang dilakukan, karakter pemilih 52 persen cenderung transaksional. Kemudian, 33 persen faktor emosional, yakni ada hubungan satu partai, satu organisasi atau masih tetangga. Selebihnya, 15 persen lainnya pemilih rasional yang suka dengan visi misi calon.

Karakter transaksional pemilih tersebut akan semakin nyata bila uang dimasukkan dalam faktor keterpilihan. Hasilnya, 40 persen pemilih menggunakan hak pilihnya karena ada pemberian uang tersebut. Kemudian, 26 persen karena tertarik dengan visi misi calon, 12 persen karena faktor keberuntungan dan 11 persen lainnya lantaran calon terkait ada dukungan dari kiai atau tokoh masyarakat lainnya.

Sebaliknya, jika faktor uang tidak dimasukkan dalam riset, maka pemilih paling tinggi 44 persen suka dengan visi misi calon atau program yang diusung calon tersebut. Kemudian, 17 persen karena faktor figure atau kedekatan dengan masyarakat, 15 persen karena ada ajakan dari keluarga, saudara atau teman lainnya serta 11 persen diajak oleh kiai atau tokoh masyarakat.

“Namun, bila uang dimasukkan dalam riset, maka para pemilih yang menggunakan hak pilihnya karena ada uang masih dominan. Kalau hasil riset ini dikaitkan dengan Pilkada Demak, gambarannya kurang lebih hampir sama dengan gambaran saat pileg lalu,” katanya.

Menurutnya, riset dilakukan dengan mengambil sampling 100 yang dinilai mewakili baik dari segi wilayah 14 kecamatan di Demak maupun dari segi latar belakang profesi pemilih. “Jadi, yang menjadi agenda atau pekerjaan rumah (PR) KPUD adalah mengurangi pemilih yang transaksional tersebut,” katanya. Di antara yang bisa dilakukan adalah penyediaan alat peraga sosialisasi oleh KPUD serta memaksimalkan peran panwas dalam pelaksanaan pilkada tersebut.

Menanggapi hasil riset Lakpesdam itu, Ketua KPUD Demak, Mahmudi mengatakan bahwa paparan riset tersebut dapat menjadi landasan untuk mengevaluasi pemilihan agar berjalan lebih baik dari pileg tahun lalu.

“Dengan adanya diseminasi riset ini, dapat diketahui karakter pemilih dan bagaimana langkah yang harus dilakukan ke depan supaya hasil pemilihan bupati bisa lebih baik. Kami sudah berupaya mengajak semua elemen masyarakat dan stakeholder dalam menyosialisasikan soal pilkada. Semua tahapan juga sudah berjalan termasuk pencocokan dan penelitian (coklit) pemilih,” katanya didampingi anggota KPUD lainnya, Jessy Tri Joeni, Hestin Atas Asih, Bambang Setiabudi dan Asroni. (hib/ida)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -