DPP Ambil Alih Seluruh Aset

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

SEMARANG – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) berencana mengambil alih aset barang tak bergerak yang saat ini masih diatasnamakan DPD dan DPC. Khusus di Jateng, aset berupa kantor DPC dan DPD diperkirakan bernilai hingga ratusan miliar rupiah jika dinominalkan.

Ketua Tim Konsolidasi Aset DPP PDIP, Juliari P Batubara mengatakan pendataan dan penertiban aset sebagai langkah penting menjadikan PDIP sebagai parpol modern. Hal itu juga merupakan kewajiban partai sesuai dengan UU Parpol. Yakni parpol harus memiliki laporan neraca, arus kas, dan penggunaan dana yang bersumber dari APBN.

”Kami minta semua DPC dan DPD untuk menyerahkan dokumen legalitas kantor sekretariat. Nanti akan dibaliknamakan atas nama DPP. Semua biaya, seratus persen menjadi tanggung jawab DPP,” kata Juliari pada Rapat Koordinasi Tim Konsolidasi Aset Partai di Panti Marhaenis, kantor DPD PDIP Jateng, Jumat (21/8).

Dalam rakor tersebut, hadir pimpinan maupun pengurus DPC PDIP dari 35 kabupaten/kota di Jateng. Menurut Wakil Bendahara Umum DPP PDIP ini, saat ini masih banyak kantor yang masih atas nama DPC/DPD maupun perseorangan. Namun untuk jumlah detailnya, dia belum bisa menyampailkan. ”Saat ini terus kita telusuri dari setiap DPC,” katanya.

Dalam prosesnya, balik nama kantor atas nama DPP akan lebih mudah jika saat ini kantor sudah atas nama DPC atau DPD. Namun jika ada yang masih atas nama perseorangan maka akan dicarikan win-win solution. ”Tapi kalau yang punya tetap tidak mau, ya kami tidak bisa apa-apa,” katanya.

Sampai saat ini, pendataan aset sudah dilakukan di Jakarta, Banten dan Jawa Barat. Sementara untuk Jateng dan Jatim ditarget rampung akhir ahun 2015. Jika aset tidak bergerak berupa gedung sudah terdata, akan dilanjutkan dengan pendataan aset barang bergerak. Mulai dari mobil hingga perangkat elektronik lainnya yang ada di kantor sekretariat.

Wakil Ketua Bidang Hukum DPD PDIP Jateng Bona Ventura Sulistiana mengatakan pendataan itu juga menjadi prioritas Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Menurutnya, kepemilikan kantor Sekretariat DPD/DPC harus atas nama partai. Bukan menyewa atau milik anggota. ”Aset partai harus diberikan pada DPP dengan dicatatkan pada notaris. Ini menjadi tanggung jawab pengurus,” imbuhnya. (ric/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -