Polisi Ditarget 3 Bulan Ungkap Pembunuh Ahuna

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

BARUSARI – Tim Reserse Kriminal (Reskrim) Polrestabes Semarang diberi waktu tiga bulan untuk mengungkap kasus pembunuhan terhadap gadis kecil bernama Ahuna Tri Lestari, 12, warga Jalan Borobudur Utara Raya No 57 RT 5 RW 7 Kelurahan Manyaran, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, yang terjadi pada 2 Juli 2009 silam.

Penyelidikan kasus pembunuhan sadis yang menimpa gadis tak berdosa tersebut sempat mandek. Enam tahun lamanya kasus ini tak ada perkembangan berarti. Seperti usai bangun dari tidur panjang, tim Reskrim Polrestabes Semarang kembali melakukan penyelidikan dari awal.

Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) DR Hamidah Abdurrahman mengatakan, kasus pembunuhan terhadap Ahuna merupakan kasus menonjol yang mendapat perhatian khusus dari Kompolnas. ”Kami memberi target tiga bulan. Baru berjalan satu bulan, progres perkembangan (penyelidikan yang dilakukan Polrestabes Semarang) cukup bagus. Saya rasa (Polrestabes Semarang) masih berpeluang (untuk bisa mengungkap kasus pembunuhan Ahuna),” kata Hamidah ditemui Jawa Pos Radar Semarang, usai menyampaikan supervisi terhadap sejumlah kasus mandek kepada penyidik Reskrim di Mapolrestabes Semarang, Jumat (21/8).

Dijelaskan Hamidah, pihak kepolisian dalam menangani kasus pembunuhan diperlukan bukti-bukti yang cukup. Mulai dari keterangan saksi-saksi dan hasil olah tempat kejadian perkara. ”Tidak bisa sembrono asal tangkap orang. Polisi harus memiliki alat bukti permulaan yang cukup. Berdasarkan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang baru, yakni kepolisian dalam penyelidikan harus memiliki dua alat bukti permulaan yang utama,” terangnya.

Sebelumnya, Hamidah menyebut, dalam pembunuhan Ahuna, saat itu tim kepolisian sudah melakukan olah TKP, dan memintai keterangan saksi-saksi. Bahkan sampai sekarang, saksi tersebut masih ada, yakni seorang satpam yang bertugas tak jauh dari lokasi kejadian. Selain itu, hasil visum sudah ada.

Kasat Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Sugiarto membenarkan bila pihaknya kembali melakukan penyelidikan dari awal, terkait pengusutan kasus pembunuhan Ahuna. ”Kami sudah melangkah. Ya masih ada peluang (untuk bisa diungkap),” katanya.

Sugiarto mengatakan, pemeriksaan saksi ulang dalam kasus pembunuhan Ahuna telah dilakukan. Pihaknya juga telah meminta anggotanya untuk bergerak melakukan penyelidikan. ”Sudah (dilakukan pemeriksaan saksi), kami sudah melangkah,” ujarnya.

Seperti diketahui, gadis kecil bernama Ahuna tersebut tewas dibantai secara biadab di dalam kamar mandi rumah yang terletak di Jalan Borobudur Utara Raya No 57 RT 5 RW 7 Kelurahan Manyaran, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, pada 2 Juli 2009 silam. Tubuh gadis kecil tak berdosa itu dibenamkan di bak mandi di rumah tersebut. Lalu ditindih menggunakan barbel seberat 20 kilogram.

Jasad Ahuna ditemukan sekitar pukul pukul 16.30, dalam kondisi mengenaskan. Sejak kecil, Ahuna memang tinggal bersama bibinya, Sumiyem di Jalan Borobudur Utara Raya No 57 RT 5 RW 7 Kelurahan Manyaran, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang. Sebab ibunya meninggal saat melahirkan Ahuna pada 1997 silam.

Pembunuhan sadis itu awalnya diduga bermotif perampokan. Mengingat Sumiyem sebelumnya usai menjual tanah senilai Rp 120 juta. Namun pelaku gagal, sebab uang hasil penjualan tanah tersebut telah disimpan di tempat lain. Saat beraksi, pelaku diduga tepergok oleh Ahuna hingga akhirnya tega membunuh gadis kecil tak berdosa tersebut secara sadis. (amu/zal/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -