Ganjar – Dewan Belum Satu Frame

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

SEMARANG – Hubungan dengan DPRD Jateng yang buruk menjadi catatan khusus dalam 2 tahun kepemimpinan Ganjar Pranowo. Gubernur dan dewan dianggap belum satu frame dalam membangun Jateng.
Kepemimpinan Ganjar Pranowo–Heru Sudjatmoko genap 2 tahun pada 23 Agustus 2015 kemarin. Pengamat Politik Undip Teguh Yuwono menilai dalam dua tahun itu relasi antar keduanya naik turun. ”Gubernur dan DPRD adalah perangkat pemerintahan yang memiliki kedudukan sama sebagai mitra. Proses pemilihannya juga berdasarkan proses politik sehingga wajar jika terjadi gesekan dan ketegangan,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Minggu (23/8).

Teguh mencontohkan, pada awal pemerintahan hubungan keduanya cukup bagus. Namun seiring perjalanan waktu, relasi sempat menghangat khususnya terkait pembangunan infrastruktur. Kemudian kasus bansos, kas daerah, dan yang terakhir pernyataan gubernur di salah satu televisi swasta nasional yang dinilai merendahkan kalangan dewan. ”Saya melihat terkadang ada miskomunikasi antara gubernur dan DPRD. Mimpi, visi, dan hasil akhir yang diinginkan dalam mengelola pemerintahan belum klop. Keduanya belum satu frame,” bebernya.

Teguh menambahkan, sebenarnya maksud dari keduanya baik. Satu sisi gubernur menginginkan keterbukaan. Sisi lainnya dewan meminta gubernur tidak mengintervensi kehidupan rumah tangga dewan. Hal itu juga berkaitan dengan tuntutan konstituen. ”Sepanjang gesekan itu untuk kesejahteraan rakyat menjadi hal yang wajar dan biasa,” imbuhnya.

Yang menjadi perhatian khusus Teguh adalah belum efektifnya forum komunikasi yang dulu pernah diutarakan gubernur. Di mana akan dibuat konsep rembukan rutin yang melibatkan semua kalangan seperti dewan, tokoh masyarakat, akademisi, media massa, LSM, dan beberapa pihak lainnya.

”Setahu saya program rembukan ini belum intensif dilakukan. Padahal semakin baik hal ini dilakukan, miskomunikasi tidak akan pernah terjadi. Rakyat juga perlu tahu mengenai hal tersebut,” terangnya. Dalam rembukan, lanjut Teguh, semua orang hadir memiliki kedudukan, peran, dan fungsi yang sama dan seimbang. Sehingga satu sama lain tidak mendominasi yang lainnya.

”Dalam hal ini, koordinasi dengan bupati/wali kota terkait potensi daerah di kabupaten/kota masing-masing demi mendukung pencapaian harus diperkuat. Seperti yang diketahui, beberapa daerah ada yang pembangunannya cepat, namun sebagian yang lain berjalan lambat,” pungkasnya.

Sementara itu Sekretaris Komisi A DPRD Jateng, Ali Mansur HD menilai program infrastruktur Gubernur Jateng masih belum berhasil. Buktinya sejauh ini masih banyak ditemukan jalan-jalan serta jembatan yang rusak dan belum tersentuh. ”Masih banyak jalan yang rusak, kalau memang fokus infrastruktur ya harus menjadi prioritas,” katanya.

Meski begitu, ia juga berharap gubernur tidak lantas menafikan berbagai program prorakyat yang lain. Pembangunan infrastruktur harus dibarengi dengan pembenahan baik di sektor pendidikan, sosial maupun kesehatan. ”Ini penting, karena masyarakat juga butuh pendidikan layak dan fasilititas kesehatan yang memeadai,” tambahnya.

Sebelumnya, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengakui bahwa selama dua tahun pemerintahannya masih banyak kekurangan. Menurutnya, apa yang telah dilakukan selama ini belum ada apa-apanya dibanding tingginya harapan masyarakat. Terlebih pihaknya harus menyesuaikan kondisi ekonomi seperti saat ini yang mengharuskan untuk memutar langkah untuk dapat terus tancap gas.

”Insya Allah tahun ini mulai nampak konsentrasi. Yaitu mempersiapkan infrastruktur menuju kondisi yang lebih baik. Meskipun begitu, bukan berarti saya tidak memperhatikan yang lain. Karena semua berjalan bareng,” ujarnya. (fai/fth/ric/ce1)

Berita sebelumyaKredit Bermasalah BPR Naik
Berita berikutnya
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -