Karang Taruna Minta Dilibatkan

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Dede Indra Permana (Istimewa)
Dede Indra Permana (Istimewa)

SEMARANG – Pemanfaatan dana desa yang dikucurkan pemerintah pusat membutuhkan perencanaan yang matang agar tepat guna dan tidak menimbulkan permasalahan di kemudian hari. Anggota Karang Taruna Jateng meminta dilibatkan menjadi tim pendamping profesional dalam perencanaan pembangunan menggunakan dana desa.

Ketua Karang Taruna Jateng Dede Indra Permana Soediro mengatakan sebagai organisasi, Karang Taruna memiliki jaringan hingga ke tingkat desa. Karenanya dia meminta Gubernur Jateng Ganjar Pranowo untuk melibatkan anggota Karang Taruna menjadi pendamping perencanaan pembangunan. ”Anggota kami siap membantu monitoring penggunaan dana desa yang dititipkan di kepala desa. Tujuannya agar dana terserap sesuai rencana dan tepat guna,” ujarnya.

Menurut Dede, permohonan tersebut akan ditindaklanjuti dengan surat rekomendasi kepada Gubernur Jateng. Isinya meminta gubernur agar pemuda Karang Taruna dilibatkan dalam program tenaga profesional pendamping desa. Baik di tingkat provinsi, kabupaten, kecamatan, dan desa.

Pengusaha muda ini menambahkan anggota Karang Taruna cukup potensial untuk terlibat aktif menjadi pilar pembangunan di daerah. ”Kami juga meminta kepala desa untuk membentuk tim pendamping dengan melibatkan tokoh pemuda Karang Taruna. Kami siap untuk terjun dan terlibat aktif,” paparnya.

Berdasarkan pengumuman Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Bapermasdes) Jateng No 412.1/2727 tentang rekrutmen tenaga pendamping profesional dalam pelaksanaan UU Desa tahun 2015, dibutuhkan ribuan tenaga pendamping. Yaitu 2.790 pendamping lokal desa, 699 pendamping desa, 5 tenaga ahli pemberdayaan masyarakat desa, 3 tenaga ahli pembangunan partisipatif, dan 9 tenaga ahli pemberdayaan ekonomi desa.

Selain itu masih ada 28 tenaga ahli pengembangan teknologi tepat guna, 2 tenaga ahli infrastruktur desa, serta 28 tenaga ahli pengembangan pelayanan dasar.

Sebelumnya Gubernur Jateng Ganjar Pranowo meminta Karang Taruna ikut mengatasi persoalan kemiskinan di provinsi ini. Menurut Ganjar, salah satu permasalahan di Jateng adalah angka kemiskinan yang tinggi. Yaitu mencapai 4,5 juta jiwa. Dia mengajak Karang Taruna untuk membantu mengatasi masalah tersebut. ”Saat ini pemprov sedang menyusun program Desa Berdikari. Kalau teman-teman Karang Taruna bisa menata dengan benar, bisa face to face sama kita,” ujarnya. (ric/ce1)

Berita sebelumyaPamer Busana
Berita berikutnyaKredit Bermasalah BPR Naik
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -