Lestarikan Tradisi, Jaga Ekosistem Sungai

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

DILESTARIKAN: Tradisi gebyuk ikan yang dilakukan warga Desa Laban, Kecamatan Kangkung Kabupaten Kendal mulai punah. (ADENNYAR WYCAKSONO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)
DILESTARIKAN: Tradisi gebyuk ikan yang dilakukan warga Desa Laban, Kecamatan Kangkung Kabupaten Kendal mulai punah. (ADENNYAR WYCAKSONO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL – Ratusan warga Desa Laban, Kecamatan Kangkung Kabupaten Kendal, kemarin, tampak memadati sungai di daerah tersebut. Beramai-ramai mereka langsung terjun ke sungai untuk menangkap ikan. Anehnya, mereka hanya mengandalkan tangan dan alat sederhana bernama susuk atau keramba.

Tak ayal, kejernihan air sungai dalam seketika menjadi keruh. Ya inilah suasana ketika ratusan warga memeriahkan tradisi gepyuk ikan. Hanya dengan mengandalkan tangan warga ramai-ramai berusaha menangkap ikan. Ikan yang ditangkappun beraneka jenis mulai dari ikan jenis dorang, kakap, sampai ikan jenis sembilan.

Kepala Desa Laban, Mohamad Ulil Amri tidak menampik jika tradisi gebyuk ikan ini sudah mulai ditinggalkan. Untuk itulah, pihaknya terus melakukan berbagai upaya untuk tetap melestarikan gebyuk ikan yang sudah menjadi tradisi warisan nenek moyang. “Kami terus mendorong agar remaja tidak melupakan tradisi ini. Karena ini warisan leluhur yang harus dilestarikan,” katanya di sela-sela kegiatan gepyuk ikan, kemarin.

Ia menambahkan, tradisi ini hanya dilakukan saat musim kemarau. Ada makna filosofis yang harus diketahui masyarakat umum. Tidak hanya sekedar ramai-ramai menagkap ikan, tradisi ini juga sebagai upaya untuk menyadarkan masyarakat agar menjaga ekosistem sungai. Apalagi ikan yang ditangkap hanya ikan yang layak dikonsumsi, sementara untuk ikan kecil akan dilepaskan. “Hanya ikan yang berukuran besar saja yang ditangkap, yang kecil dilepaskan. Pemenang sendiri ditentukan dengan berat dan besar ikan tangkapan,” tuturnya.

Tokoh masyakat Desa Laban, Wiwid Bekti Nugraha menjelakan, tradisi tersebut merupakan cara menjaga kerukunan dan tali silaturahmi antar warga. Hal ini dikerenakan gebyuk ikan harus dilakukan bersama-sama dengan system kelompok. “ Tidak seperti memancing, dibutuhkan kerjasama tim agar air sungai menjadi keruh agar ikan bisa ditangkap,” tuturnya.

Meski dilakukan bersama-sama, lomba ini bukannya tidak memiliki resiko. Ikan dorang dan sembilan adalah salah satu jenis ikan yang mempunyai sengat sehigga dibutuhkan kewaspadaan yang tinggi. “Kalau terkena sengat harus segera keluar dan dibawa ke puskesmas, sehingga perlu hati-hati dan harus menggunakan sarung tangan. Tapi namanya tradisi harus tetap dilestarikan,” tambahnya.

Sementara itu Sa’ari salah satu peserta lomba mengaku jika menangkap ikan dengan cara ini dianggap lebih mudah dibandingkan menggunakan jaring dan memancing. “Ikan yang ditangkap pasti berukuran besar, sisi positifnya bisa menjalin kerukunan dengan warga lainnya,” tuturnya. (den/fth)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -