Tanah Negara Dijual Rp 7 Miliar

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Tidak beres: Tanah seleuas 2,2 hektar di Lingkungan Piyoto, Kelurahan/Kecamatan Bandungan yang diduga bermasalah. (Pristiyono hartanto/jawa pos radar semarang)
Tidak beres: Tanah seleuas 2,2 hektar di Lingkungan Piyoto, Kelurahan/Kecamatan Bandungan yang diduga bermasalah. (Pristiyono hartanto/jawa pos radar semarang)

UNGARAN – Penyidik Unit Tindak Pidana Korupsi Polres Semarang mengendus adanya ketidakberesan dalam proses penjualan tanah hak pakai No 17 seluas 2,2 hektar di Lingkungan Piyoto, Kelurahan/Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang. Kecurigaan muncul setelah ada isu jika tanah dibeli pengusaha asal Malang, Jawa Timur dengan harga Rp 7 miliar. Sedangkan uang hasil penjualan dijadikan bancakan Yayasan, warga dan pejabat pemerintahan di lingkungan Kecamatan Bandungan.

“Kami masih melakukan penyelidikan penjualan tanah tersebut. Apakah proses penguasaan tanah dan penjualan sudah sesuai prosedur atau melanggar aturan. Kami masih mengumpulkan bukti-bukti dulu,” tutur Kasat Reskrim Polres Semarang, AKP Herman Sopian, kemarin.

Herman menambahkan, pihaknya juga telah memintai keterangan sejumlah saksi yang terkait. Saksi-saksi lainnya termasuk pejabat pemerintahan terkait juga akan dimintai keterangan. Selain itu penyidik juga akan mengumpulkan berbagai bukti berupa surat perjanjian dan keterangan tentang penguasaan tanah dan perjanjian jual belinya. “Proses penyelidikan masih berjalan. Setelah semua yang terkait diperiksa dan bukti sudah dikumpulkan, kami akan gelar perkara. Jadi bisa diketahui secara pasti pelanggaran hukumnya apa,” imbuhnya.

Sementara itu tokoh Lingkungan Piyoto, Rahwono mengatakan, tanah eks Eigendom Verponding tersebut dikuasai Yayasan Bernadus sebagai pemegang hak pakai No 17. Namun belakangan terjadi sengketa dengan warga. Hingga akhirnya tahun 2011 ada kesepakatan damai antar kedua belah pihak. Yayasan Bernadus sepakat menyerahkan sebagian hak pakainya kepada warga Piyoto.

“Kemudian kedua belah pihak sepakat melepas hak pakai tersebut kepada Pak Rudi. Saya tidak tahu persis berapa hasil penjualannya, yang jelas Bernadus dapat, warga Piyoto juga dapat,” kata Rahwono.

Rahwono memastikan penjualan sesuai prosedur dan tidak ada pelanggaran hukum. Pihaknya mengaku siap jika suatu saat dimintai keterangan penyidik Polres Semarang. “Saya belum dipanggil ataupun dimintai keterangan, yang jelas saya siap jika suatu saat diperiksa,” kata Rahwono.

Senada dikatakan perwakilan Yayasan Bernadus, Kushandoko, bahwa seluruh proses berkaitan dengan tanah di Piyoto telah melalui prosedur yang benar. “Kalau saya jelaskan butuh waktu lama karena prosesnya panjang. Yang jelas, semua sudah sesuai prosedur,” kata Kushandoko. (tyo/fth)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -