6.180 Mahasiswa Baru Unnes Tes Urine Masal

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

DETEKSI NARKOBA: Para mahasiswa baru Universitas Negeri Semarang (Unnes) saat menjalani tes urine. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DETEKSI NARKOBA: Para mahasiswa baru Universitas Negeri Semarang (Unnes) saat menjalani tes urine. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEKARAN – Tes urine masal dilakukan terhadap 6.180 mahasiswa baru Universitas Negeri Semarang (Unnes), Senin (24/8) kemarin. Tes urine yang digelar di setiap fakultas ini dilakukan secara mendadak dan tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Sehingga jika ada mahasiswa yang menggunakan narkoba, akan langsung terdeteksi.

Rektor Unnes Fathur Rokhman mengatakan, tes urine tersebut dilakukan guna memerangi peredaran narkoba di kampus. ”Ini merupakan tekad Unnes sebagai kampus yang benar-benar bebas dari barang haram tersebut. Selama ini, kampus menjadi sasaran empuk para pengedar narkoba. Karenanya, sejak awal mahasiswa baru langsung dilakukan tes urine, guna melihat apakah memang ada yang menggunakan atau tidak,” kata Fathur kepada Jawa Pos Radar Semarang, Senin (24/8).

Tidak hanya mahasiswa, seluruh jajaran dosen dan tenaga kebersihan juga dilakukan tes urine. Hasilnya langsung diketahui hari itu juga.

Menurut Fathur, jika ada mahasiswa baru yang terbukti menggunakan narkoba, pihaknya tidak segan mengeluarkan dan mencabut status mahasiswa baru tersebut.

”Semua pejabat dan pegawai Unnes juga dilakukan pengecekan. Bagi dosen maupun pejabat struktural Unnes jika ketahuan mengonsumsi barang haram tersebut, juga akan kita copot statusnya sebagai dosen dan pegawai Unnes. Bahkan akan kita tempuh jalur hukum,” tegasnya.

Wakil Rektor Bidang Akademik Unnes, Rustono, mengatakan, tes urine masal yang dilakukan merupakan langkah strategis Unnes dalam rangka memerangi narkoba.

Seperti diketahui, Indonesia kini sudah masuk darurat narkoba. Tidak hanya para pekerja, mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa juga menjadi sasaran pengedar. ”Kita juga menggandeng BNNP (Badan Narkotika Nasional Provinsi) dalam melakukan tes urine. Masing-masing mahasiswa baru wajib melakukannya. Ini akan menjadi agenda rutin setiap tahun. Saat mahasiswa baru masuk, akan dilakukan tes urine terlebih dahulu,” katanya.

Selain itu, pihaknya juga akan melakukan tindakan preventif untuk mencegah peredaran narkoba di lingkungan kampus. ”Mahasiswa baru program pascasarjana juga dilakukan tes urine,” ujarnya.

Menurut Rustono, hal ini juga dalam rangka pembentukan karakter mahasiswa agar antinarkoba. ”Tes urine masal ini merupakan yang terbanyak di universitas, dan kali pertama. Pada saat tes urine pun untuk memastikan itu yang dibawa urine mahasiswa yang bersangkutan, maka diikuti langsung oleh salah satu mahasiswa tingkat atas. Kalau laki-laki saat di kamar mandi juga diikuti laki-laki, kalau perempuan ya diawasi oleh perempuan,” tuturnya.

Salah satu mahasiswa baru Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi (FE) Maulida Anisa, mengaku kaget dengan adanya tes urine yang dilakukan oleh pihak kampus. Pasalnya, sebelumnya tidak ada pemberitahuan bakal dilakukan tes urine.

”Langkah seperti ini saya sebagai mahasiswa baru sangat setuju. Jangan sampai kampus yang seharusnya menjadi tempat menimba ilmu justru dikotori oleh peredaran narkoba. Terus terang awalnya kaget, karena sebelumnya belum ada pemberitahuan. Tapi, karena saya tidak pernah pakai ya santai aja,” ucap mahasiswi asal Demak tersebut. (ewb/aro/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -