Pengurus KONI dan Cabor Diperiksa Kejari

Dugaan Korupsi Dana Hibah

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

pindo-web

PEKALONGAN-Beberapa pengurus Komite Olah Raga Nasional (KONI) Kota Pekalongan dan pengurus beberapa cabang olah raga (Cabor), diperiksa oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Pekalongan, Selasa (25/8) kemarin. Terkait dengan adanya laporan masyarakat yang mencium dugaan penyimpangan dana hibah KONI sebesar Rp 1,8 miliar. Yakni, hibah tahun anggaran 2014 APBD Kota Pekalongan untuk 30 cabang olahraga (cabor), namun tidak semua cabor menerimanya.

Pemeriksan digelar sejak pukul 09.00 hingga siang hari, pemeriksaan dipimpin langsung oleh Ketua Kejari, Pindo Kartikani yang dibantu 5 jaksa. Hari ini ada 5 orang yang diperiksa, tapi yang hadir baru 3 dari cabor. Ada juga yang dipanggil, tapi belum datang.

“Kami belum bisa menyimpulkan, karena baru tahap awal pemeriksaan. Kerugian negara juga belum diketahui, baru digelar dua minggu ini penyelidikannya. Kami juga tidak ada target waktu, tapi secepatnya,” imbuhnya.

Menurutnya, dalam tahap ini, baru melihat dokumen-dokumennya dari pengurus KONI. Namun Kejari tidak mau menyebutkan nama terperiksa. Kejari juga mengaku, terperiksa semuanya koorperatif. Sementara masih memeriksa 13 cabor, pengurus dan pihak Pemkot Pekalongan. “Saya mendapatkan laporan langsung dari masyarakat, bahkan langsung ke HP saya,” kata Pindo yang didampingi Kasi Intel Budi S, Selasa (25/8) kemarin.

Kendati begitu, kata Pindo, dugaan penyimpangan yang dimaksudkan adalah dana hibah yang digunakan tidak sesuai dengan proposal yang ada. Karena itu, pihaknya saat ini baru melakukan klarifikasi, mengumpulkan data-data dan pemeriksaan saksi. “Apakah mereka dapat semua, untuk apa saja, benar untuk olahraga atau tidak,” terangnya.

Sementara itu, Sekretaris Umum KONI Kota Pekalongan, Bambang saat dikonfirmasi menegaskan bahwa dana hibah tersebut benar-benar digunakan untuk olahraga. “Dana hibah tersebut memang kami gunakan untuk menunjang prestasi olahraga. Kami juga akan selalu pro aktif. Apa yang dibutuhkan kejaksaan akan kami berikan,” jelasnya.

Ditambahkan, dirinya tidak tahu secara detail terkait dana hibah tersebut. “Yang mengetahui, ketua dan bendahara. Saya hanya kesekretariatan saja,” tutupnya. (han/ida)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -