Perlu Penanganan Khusus

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Wahyudin Noor Aly (Radar semarang files)
Wahyudin Noor Aly (Radar semarang files)

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah diminta tidak lengah dalam menghadapi musim kemarau ini. Sebab musim kemarau ini banyak menimbulkan permasalahan kekeringan, dan memerlukan penanganan secara khusus.

”Misalnya terjadi kekeringan di sejumlah daerah, maupun kekurangan air bersih sehingga pemerintah harus turun tangan,” kata anggota Komisi C DPRD Jateng Wahyudin Noor Aly. Namun demikian, musim ini juga harus dimanfaatkan untuk melakukan berbagai antisipasi menghadapi datangnya musim penghujan. Sebab saat musim penghujan, provinsi ini kerap dilanda bencana banjir, dan longsor. ”Ini yang tidak boleh dilupakan. Menangani kekeringan, itu harus. Namun melakukan langkah-langkah antisipasi menghadapi musim hujan juga tak boleh dikesampingkan,” jelas politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini.

Dia mencontohkan, pembangunan tanggul, pengerukan sedimentasi sungai yang memiliki kerawanan bencana banjir, bisa dilakukan saat musim kemarau ini. ”Jangan sampai dilakukan saat bencana sudah terjadi. Memang semua musim harus diantisipasi, baik kemarau maupun penghujan. Sebab dua musim itu terus saja berpotensi menimbulkan bencana di provinsi ini,” paparnya.

Caranya, lanjut dia, semua satuan kerja perangkat daerah (SKPD) harus saling meningkatkan sinergi. Termasuk dengan kabupaten/kota yang ada. ”Memang bencana saat musim penghujan tidak bisa diduga. Namun dengan antisipasi yang baik, tentu bisa diminimalisir adanya kerugian atau korban dari bencana itu,” tegasnya.

Tahun 2014 lalu, kerugian bencana di Jateng saat musim penghujan hampir mencapai Rp 3 triliun. Kerugian meliputi lima kelompok terdiri atas sektor perumahan, infrastruktur, perhubungan, ekonomi dan sosial.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng Sarwa Permana menjelaskan, upaya penanganan kekeringan terus dilakukan. ”Namun demikian kita juga terus melakukan berbagai antisipasi dalam menghadapi musim hujan. Kita juga terus melakukan sinergi dengan instansi lain,” tandasnya. (ric/ce1)

Berita sebelumyaSuka Mendaki Gunung
Berita berikutnyaTargetkan 10 Juta Ton
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -