PSSI Kota Pekalongan, Gelar Kompetisi U 23

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

PEKALONGAN-Askot PSSI Pekalongan sepakat menggelar Kompetisi Divisi II lokal khusus di bawah umur 23 (U 23) mulai 9 September mendatang. Kompetisi tersebut untuk menjaring bibit-bibit pemain sepak bola yang bisa diandalkan.

“Kami sudah menggelar pertemuan yang dihadiri oleh semua anggota Askot PSSI Pekalongan. Hasilnya, sudah sepakat menggelar Kompetisi Divisi II lokal U 23 mulai 9 September, termasuk aturannya,” kata Kepala Bidang Divisi Kompetisi Askot PSSI, Mohammad C Maretan, Rabu (26/8) kemarin.

Selain penetapan tanggal pelaksanaan kompetisi, katanya, dalam pertemuan tersebut juga dibahas mengenai aturan pemain yang boleh bergabung dengan masing-masing klub. Salah satunya pemain yang akan bertanding maksimal berusia 23 tahun dengan persyaratan kartu identitas dan ijazah.

Demikian halnya, apabila tim Persip Pekalongan ingin merekrut pemain profesional, maksimal hanya diperbolehkan memanggil sebanyak dua pemain. “Dengan catatan, pemain harus memenuhi persyaratan yang ditentukan yakni di usia maksimal 23 tahun dan tinggal di Kota Pekalongan,” ujarnya.

Menurutnya, mereka yang akan turun dan bermain di dalam kompetisi ini boleh dibilang anak-anak muda yang masih bisa dibina supaya menjadi pemain berbakat. Selepas kompetisi, mereka akan dinilai kualitasnya. Jika bagus, bakal dikumpulkan dan diberikan pembinaan khusus.

“Nantinya mereka akan menjadi pemain magang di kesebelasan kebanggaan masyarakat Kota Batik, Persip Pekalongan. Misalkan kemampuannya mengalami peningkatan, bisa menjadi menjadi pemain inti tim berjuluk Laskar Kalong,” imbuhnya.

Diungkapkan lebih lanjut, jumlah peserta untuk sementara ini masih disesuaikan dengan daftar yang ada di sekretariat Askot PSSI setempat yakni 28 klub lokal.

Lokasi lapangan yang akan dipergunakan kompetisi Divisi II masih belum ditentukan. Pihaknya masih dalam taraf pencarian.

“Biasanya untuk menentukan tempat pertandingan menggunakan sistem lelang. Dalam hal klub lokal mendaftarkan diri menjadi tuan rumah dan dari pihak panitia akan memantau dan mengecek kondisi lapangan, apakah layak dipakai atau tidak,” tandasnya.

Sedang pendaftaran peserta kompetisi lokal dimulai pada 25 Agustus hingga 6 September. Khususnya peserta Divisi II terutama peserta baru dibebani biaya sebesar Rp 1.500.000, dengan rincian Rp 1.200.000 untuk pendaftaran anggota baru dan Rp 300.000 sebagai iuran keanggotaan. Sedangkan Divisi I hanya membayar Rp 300.000 yang diperggunakan sebagai uang keanggotaan atau iuran anggota setiap tahunannya. (han/ida)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -