RTH Jadi Tempat Transaksi Narkotika

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

KENDAL – Kasus penyalahgunaan narkotika di kalangan remaja di Kabupaten Kendal sepertinya semakin memprihatinkan. Sepanjang Agustus ini, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BBNK) Kendal sudah menangani 6 kasus penyalahgunaan barang haram tersebut. Dari jumlah itu, mayoritas menggunakan obat-obatan terlarang daftar G seperti Trihex dan Dextro.

Kasi Pemberantasan Narkoba BNNK Kendal, Kompol Crubus mengatakan, dari total dari 6 khasus yang ditangani, menyasar kalangan pelajar sekolah. 5 kasus diantaranya diungkap di daerah Pageruyung dan 1 Kasus di daerah weleri. “Dari 6 kasusitu, kami mengamankan 6 orang. Mayoritas dilakukan kalangan pelajar,” katanya kemarin.

Crubus menambahkan, kasus ini terbongkar setelah ada laporan masyarakat yang terganggu dengan peredaran obat-obatan terlarang daftar G di Kendal. Kasus yang baru-baru ini diungkap adalah laporan dari warga di sekitar ruang terbuka hijau (RTH) Weleri yang menjadi sarang peredaran obat jenis dextro dan trihex.

“Kasus di Pageruyung diungkap setelah masyarakat lapor. Sama halnya dengan kasus di Weleri, setelah diselidiki kemudian BNNK menangkap siswa salah satu SMA di Weleri berinisal I,17,. Saat ia ditangkap, ia mengaku menggunakan obat-obatan daftar G jenis trihex,” ujarnya.

Dari pengakuan I, RTH Weleri yang juga merupakan taman kota menjadi sarang peredaran obat-obatan terlarang. Sejumlah komunitas yang berkumpul di tempat tersebut disinyalir menjadi pelaku penggunaan obat-obatan terlarang. “Pengakuan I, dia membeli dari seorang teman bernama X asal Pekalongan, satu paketnya berisi 20 butir,” tandasnya.

BNNK sedang melakukan pengembangan kasus agar bisa mengungkap peredaran obat-obatan terlarang di kalangan remaja. “Prosesnya masih penyelidikan, kita juga sedang memeriksa keterlibatan I dalam penyalahgunaan obat yang dilakukan,” tuturnya.

Kepala Seksi Rehabilitasi BNNK Kendal, M. Gatot, menuturkan setelah pelaku penyalahgunaan yang ditangkap langsung ditelusuri dan diselidiki guna mengetahui pelaku hanya sebagai pengguna atau pengedar. “Jika hanya menggunakan langsung direhabilitasi, namun jika pengedar akan menjalani proses hukum,” tambahnya. (den/fth)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -