Berbagi Ilmu Kesehatan dan Kecantikan di Sunan Kuning

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

PENYULUHAN: Polwan Polda Jateng saat memberikan penyuluhan kesehatan dan kecantikan kepada penghuni Lokalisasi Sunan Kuning, kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PENYULUHAN: Polwan Polda Jateng saat memberikan penyuluhan kesehatan dan kecantikan kepada penghuni Lokalisasi Sunan Kuning, kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KALIBANTENG KULON – Keberadaan para kupu-kupu malam tetap hidup di tengah sibuknya perkotaan. Salah satunya para pekerja seks komersial (PSK) di Lokalisasi Sunan Kuning. Lalu, bagaimana kondisi kesehatan organ reproduksi mereka?

Di Resos Argorejo atau dikenal sebagai Lokalisasi Sunan Kuning, tercatat ada 500 wanita binaan. Mereka menghuni sebanyak 150 wisma. Dengan melibatkan petugas kesehatan dari Dinas Kesehatan Kota Semarang, serta aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), para PSK diwajibkan untuk memeriksakan kesehatan secara rutin.

Kemarin (27/8), rombongan polisi wanita (Polwan) dari Polda Jateng turut andil di lokalisasi terbesar di Kota Semarang tersebut. Mereka memberikan pendampingan dan penyuluhan. ”Kami hanya ingin berbagi ilmu. Bagaimana agar para pekerja seks komersial di sini tetap bisa menjaga kesehatan dan berpenampilan cantik,” kata Kepada Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polda Jateng, Kombes Pol Rini Muliawati kepada Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (27/8).

Dikatakannya, bekerja di sebuah tempat lokalisasi sangat rawan. Baik rawan terhadap penyebaran penyakit HIV dan AIDS, serta rawan kejahatan yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). ”Kami berusaha memberikan pendampingan sembari bercerita akrab. Kami berikan pengetahuan-pengetahuan bagaimana mengenali indikasi penyakit seksual,” terangnya.

Dia mencontohkan bagaimana cara menjaga kebersihan di sekitar kemaluan. Kemudian bagaimana cara mengidentifikasi penyakit berdasarkan ciri-ciri fisik. Menurutnya, hal sederhana seperti itu sangat penting untuk diketahui. Terlebih mereka bekerja sebagai kupu-kupu malam. ”Jika mereka tidak mengetahui atau tidak bisa mengidentifikasi sendiri, tentu akan sangat berbahaya penularannya,” katanya.
Begitu pun dengan perawatan kecantikan. Menurut Rini, mereka harus bisa merawat kecantikan secara sehat.

Kabag Psikologi Biro SDM Polda Jateng AKBP Agus Yulianto mengatakan, selain pengetahuan tentang kesehatan, hal yang tidak kalah penting adalah penguatan mental. ”Penguatan mental sangat penting. Secara pribadi, mereka cenderung, dalam tanda petik, tersisih di masyarakat. Jadi saat kembali ke tengah masyarakat, mereka cenderung minder,” ujarnya.

Padahal, wanita pekerja seks jelas tidak menutup kemungkinan akan kembali ke masyarakat. Maka perlu dilakukan penguatan-penguatan mental agar para wanita pekerja seks tersebut memahami dan mengetahui harus bertindak seperti apa. ”Kami berharap, nantinya mereka meninggalkan lokasi seperti ini, dan bisa hidup secara mandiri. Maka dari itu, kami berikan penguatan-penguatan mental dan konseling,” terangnya.

Selain itu, menghadapi pergaulan yang bebas, para wanita pekerja seks juga diharapkan sadar hukum. Maka diberikan wawasan agar mereka mengetahui hukum. ”Misalnya saja tentang bahaya narkoba. Apabila mengetahui teman-temannya memperlihatkan perilaku yang melenceng, agar mereka bisa turut berperan dan bisa mengambil tindakan. Melihat teman menggunakan narkoba, misalnya. Kami berharap, mereka kelak menjadi wanita yang mandiri,” imbuh Analis Kebijakan Penerangan Masyarakat Bidang Humas Polda Jateng, AKBP Ida Hodijah, yang juga Ketua Panitia Hari Polwan 2015 Polda Jateng.

Seorang wanita pekerja seks komersial, Ani (bukan nama sebenarnya) mengaku senang mendapatkan pendampingan dari para polwan. Pengetahuan-pengetahuan terkait kesehatan itu sangat penting. Sebab, ia sendiri mengaku dalam sehari minimal harus melayani sedikitnya tiga hingga lima pria hidup belang. ”Senang, saya menjadi tahu bagaimana cara menjaga kesehatan secara benar,” katanya.

Namun ia mengaku masih menemukan hambatan-hambatan. Di antaranya, terkait penggunaan kondom. Dikatakannya, sejauh ini masih banyak laki-laki pelanggan yang menolak menggunakan kondom. ”Mereka menganggap, pakai kondom itu dirasakan tidak nyaman. Satu sisi, kami ingin menjaga kesehatan secara benar. Di sisi lain, kami juga ingin memuaskan pelayanan untuk pelanggan. Nah, pakai kondom sering dirasa tidak nyaman. Itu termasuk hambatan,” ujarnya sambil tersenyum. (amu/aro/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -