Kesulitan Beri Jam Tambahan

Kebijakan Lima Hari Sekolah

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

SEMARANG – Pelaksanaan lima hari sekolah hingga kini masih menyisakan beberapa persoalan di sekolah. Di antaranya, pihak sekolah menjadi kesulitan dalam memberikan jam tambahan, khususnya bagi siswa kelas XII yang sebentar lagi mengikuti Ujian Nasional (Unas).

Wakil Kepala SMA Negeri 1 Semarang, Harini, mengungkapkan, hingga kini pihaknya masih merasa kesulitan dalam menentukan jam tambahan bagi siswa kelas XII dalam rangka persiapan Unas.

”Sekarang masih tahap evaluasi dan adaptasi. Sehingga pihak sekolah masih berusaha merumuskan waktu yang tepat untuk jam tambahan mata pelajaran, khususnya bagi siswa kelas XII. Nanti kalau sudah menyesuaikan, pasti akan diberlakukan jam tambahan,” ujar Harini kepada Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (27/8).

Dikatakan, bertambahnya jam mata pelajaran, membuat pihak sekolah harus mampu memberikan pembelajaran yang menyenangkan dan kreatif, khususnya di atas jam ke-8. Sehingga siswa tidak bosan dan mengantuk ketika diberikan materi oleh guru. Harini menjelaskan beberapa metode diterapkan oleh guru, antara lain membuat permainan dalam pembelajaran.

”Saat ini pembelajaran yang kita lakukan terutama pada jam-jam terakhir dengan menyelipkan permainan kreatif, namun tetap berhubungan dengan materi yang disampaikan. Selain itu, terkadang siswa juga kita ajak untuk belajar di luar kelas. Misalnya di bawah pohon ataupun di aula. Agar suasana segar kembali,” katanya.

Selain kesulitan memberikan jam pelajaran tambahan, pihak sekolah juga terkendala jumlah kantin yang terbatas. Saat ini, kata dia, kantin di SMAN 1 Semarang sebanyak 6 tempat. Tentu jumlah itu belum mencukupi kebutuhan konsumsi siswa dan guru yang mencapai ribuan. Dijelaskan Harini, dengan keterbatasan kapasitas kantin tersebut, akhirnya siswa harus membawa bekal dari rumah.

”Bahkan sekarang ada budaya makan bersama (siswa) dengan membawa makanan dari rumah. Orang tua siswa juga ada yang membuat proposal untuk membuat katering. Selama ini, ada 4 orang yang mengajukan katering. Pihak sekolah inginnya setiap kelas punya satu paguyuban orang tua yang mengatur soal katering makanan siswa, sehingga bisa mengurusi kebutuhan konsumsi anak,” tuturnya.

Dikatakannya, dengan keterbatasan jumlah kantin, pihak sekolah juga berencana menambah jumlah kantin. Namun hal tersebut masih dalam tahap wacana, dan butuh komunikasi dengan komite sekolah serta warga sekolah terlebih dahulu sebelum merealisasikannya.

Selain itu, karena jam siswa menjadi lebih panjang, kebutuhan air dan listrik di sekolah juga membengkak. Kuota air yang banyak ketika disedot menggunakan pompa air membuat listrik yang digunakan menjadi lebih besar. Sehingga pihak sekolah harus mengubah kembali jumlah anggaran yang dikeluarkan, yang sebelumnya memang sudah diestimasi.

”Terutama untuk kebutuhan wudu siswa dan guru. SMAN 1 memang memfasilitasi dan menganjurkan untuk salat berjamaah. Penggunaan air menjadi menbengkak. Karena sebelumnya hanya salat Duhur, sekarang juga salat Asar. Anggaran kita masih anggaran lama. Listrik juga membengkak karena penyedotan air,” ungkapnya.

Sementara itu dari kalangan siswa juga terjadi pro kontra dengan diberlakukannya sekolah lima hari. Yang menguntungkan siswa, waktu libur dan berkumpul bersama keluarga menjadi lebih lama ketika sekolah lima hari dilaksanakan. Seperti yang diungkapkan Karen Hayuning Asmara, siswo kelas 11 SMAN 1 Semarang.

”Lebih enak karena kalau Sabtu libur. Kebetulan orang tua juga pas libur dan banyak waktu buat keluarga. Kalaupun harus pulang sore hari, juga tidak masalah. Karena kompensasi istirahat yang didapatkan siswa selama sekolah lima hari sudah pas, yakni libur di hari Sabtu dan Minggu,” ujar Karen kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Meski pulang hingga sore hari, ia tetap akan mengikuti kegiatan bimbingan belajar (bimbel) di luar seklah. Hal itu ia lakukan guna lebih mendalami mater-materi yang telah disampaikan oleh guru di sekolah.

”Di sekolah guru menyampaikannya sudah bagus. Namun terkadang saya sendiri yang lupa. Sehingga memilih untuk mengikuti bimbel juga. Kalau dibilang capek, memang iya. Tetapi demi masa depan, kita tidak boleh manja,” tuturnya.

Berbeda dengan Karen, untuk siswa-siswi yang menjadi atlet Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) yang rencananya akan digelar pada September, tentu harus mempersiapkan stamina yang lebih dengan dilaksanakannya lima hari sekolah.

Salah satu siswa yang bersiap mengikuti Popnas, Felix Danar Praditya Phidal, mengakui, pulang lebih sore tentu membuatnya harus menyiapkan energi lebih untuk berlatih di sore harinya. ”Dulu pulang sekolah bisa istirahat dulu, lalu latihan pukul 16.00 sore. Sekarang pulang sekolah pukul 15.30, setengah jam kemudian sudah latihan di Jatidiri. Saat malam kini hanya me-review pelajaran pada siang hari, kemudian istirahat agar stamina keesokan harinya bisa kembali maksimal,” kata siswa SMAN 1 Semarang ini.

Kondisi seperti ini, menjadi tantangan tersendiri bagi Felix. ”Kebetulan saya sangat berharap bisa masuk pelatnas taekwondo dengan batu loncatan Popnas dan pra PON nanti. Jadi, meski capek, tetap saya jalani dengan senang hati,” ujar peraih dua medali emas Popda Jateng ini.

Putra pasangan Antonius Winarko dan Brenda Chandrawati ini mengatakan, saat ini memang waktu di rumahnya untuk berakhir pekan bersama keluarga menjadi lebih banyak, karena pada Sabtu sudah libur. ”Sisi positifnya saat mes nanti Sabtu-Minggu, bisa jadi waktu yang total untuk keluarga. Karena akhir pekan biasanya mes libur, dan sekarang sekolah juga libur,” tuturnya.

Jadwal sekolah lima hari di SMAN 1 Semarang untuk Senin jam pelajaran dimulai pukul 08.15, yang sebelumnya dilakukan upacara bendera. Pembelajaran selesai pada jam ke-8 atau pukul 14.35. Pada Selasa hingga Kamis, jam pelajaran dimulai pukul 07.00 dan selesai pada jam ke-10 atau pukul 15.30. Untuk Jumat, pembelajaran akan dimulai pukul 07.00 dan selesai pada jam ke-8 atau pukul 14.30.

Pakar Pendidikan Universitas Negeri Semarang (Unnes) Fathur Rokhman menilai kebijakan sekolah lima hari di Jateng belum cocok. Kebijakan itu perlu dilakukan kajian mendalam agar tidak merugikan berbagai pihak, terutama para siswa.

”Ya, itu memang perlu dikaji sangat dalam, apakah nanti efektif atau tidak. Jika dilaksanakan lima hari, tentunya akan ada pemadatan jam belajar pada hari selain Sabtu­Minggu kan? Nah ini kira­kira bisa membebani siswa atau tidak,” ujar Fathur.

Rektor Unnes ini menambahkan, dengan adanya program lima hari sekolah, tentunya akan memperpanjang masa libur siswa. Yakni, pada Sabtu dan Minggu. ”Pada dua hari libur itu, kira­kira siswa bisa mengisi waktu itu dengan kegiatan positif atau tidak. Jika tidak, dengan waktu libur yang cukup lama itu, bisa jadi malah banyak yang nongkrong-nongkrong, mengisi libur dengan kegiatan negatif dan lainnya,” tuturnya.

Menurutnya, persoalan yang lebih penting dilakukan saat ini adalah bagaimana meningkatkan kualitas pendidikan di Jateng. Di antaranya, peningkatan sarana-prasarana sekolah dan lainnya. ”Ya, daripada fokus pada sekolah lima hari. Kalau pun tetap akan dilaksanakan, harus dikaji sangat dalam itu,” paparnya. (ewb/aro/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -