Petani Dilarang Jual Padi ke Tengkulak

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

PANEN RAYA : Pangdam IV Diponegoro, Mayor Jendral Jaswandi bersama Bupati Batang, Yoyok Riyo Sudibyo panen raya padi ciherang di Desa Kalibeluk, Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang, Kamis (27/8) kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PANEN RAYA : Pangdam IV Diponegoro, Mayor Jendral Jaswandi bersama Bupati Batang, Yoyok Riyo Sudibyo panen raya padi ciherang di Desa Kalibeluk, Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang, Kamis (27/8) kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

BATANG-Panen raya padi jenis ciherang di lahan seluas 105 hektare di Desa Kalibeluk, Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang, menghasilkan padi 7,4 ton per hektare. Panen kali ini menggunakan 14 unit alat mini combine harnester bantuan dari Pemerintah Pusat kepada Gabungan Kelompok Tani di 14 Kecamatan.

Panen raya tersebut disaksikan langsung Panglima Kodam IV Diponegoro, Mayor Jendral Jaswandi bersama Bupati Batang, Yoyok Riyo Sudibyo, Kamis (27/8) kemarin.

“Saat ini, pemerintah sedang gencar-gencarnya merealisasikan nawacita dengan menargetkan 3 tahun harus swasembada beras,” kata Mayor Jendral Jaswandi yang menyempatkan diri melakukan dialog dengan petani di Desa Kalibeluk, untuk mengetahui permasalahan yang ada pada sekitar pertanian di Kabupaten Batang.

Menurutnya, untuk mendukung swasembada beras, TNI diminta membantu petani dalam meningkatkan produktivitas pertanian. Namun demikian, pihaknya meminta kepada petani, agar tidak mudah mengalihfungsikan lahannya untuk perumahan. Apalagi Kabupaten Batang merupakan salah satu wilayah lumbung beras. Untuk itu, para petani diminta menjual ke Bulog, tidak ke tengkulak atau pihak luar.

“Kalau dijual keluar atau tengkulak, pemerintah akan kesulitan dalam mengontrol cadangan beras dan stabilitas harga. Kami berharap, Bulog bisa membeli dengan harga yang sesuai, agar petani tidak merugi dan tidak dijual ke tengkulak,“ tandasnya.

Bupati Yoyok menegaskan bahwa untuk menjaga agar harga beras stabil, tidak semudah membalikkan tangan. Karena Bulog yang menjadi mitra petani, dalam kenyataannya kesulitan mengontrol harga di pasaran. “Karena itulah, Kabupaten Batang menawarkan diri menjadi pilot project swasembada pangan,” tegas Yoyok.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan, Kabupaten Batang, Megayani Tamrin, menjelaskan bahwa dari luasan baku tanam di Kabupaten Batang sebanyak 22 ribu hektare, ada lahan seluas 209 hektare yang terkena puso, dan kekeringan seluas 794 hektare. (thd/ida)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -