Sungai Bukan Tempat Sampah

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

MINUM DAWET: Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, dan Bupati Banjarnegara Sutedjo Slamet Utomo menikmati dawet ayu Banjarnegara dalam kegiatan Banjar Banjir Dawet. Acara tersebut menjadi rangkaian pembukaan Kongres Sungai Indonesia (KSI) 2015. (Ricky Fitriyanto/Jawa Pos Radar Semarang)
MINUM DAWET: Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, dan Bupati Banjarnegara Sutedjo Slamet Utomo menikmati dawet ayu Banjarnegara dalam kegiatan Banjar Banjir Dawet. Acara tersebut menjadi rangkaian pembukaan Kongres Sungai Indonesia (KSI) 2015. (Ricky Fitriyanto/Jawa Pos Radar Semarang)

BANJARNEGARA – Dibutuhkan perubahan kultur masyarakat untuk menjaga kelestarian sungai. Kondisi sungai-sungai di Indonesia saat ini semakin memprihatinkan karena perilaku manusia modern. Sungai yang menjadi sumber kehidupan justru menjadi tempat pembuangan sampah dan limbah sehingga dianggap sebagai sumber penyakit.

Keprihatinan tersebut dikatakan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani sebelum membuka Kongres Sungai Indonesia (KSI) 2015 dan Festival Serayu, Rabu (26/8). Acara yang digelar di Serayu Park tersebut diikuti sekitar 600 peserta dari seluruh Indonesia.

Menurut Puan, diperlukan perubahan cara pandang, cara kerja, dan cara hidup dalam menjadikan sungai sebagai pusat peradaban dan menjauhkan sungai dari tempat pembuangan sampah ataupun sebagai sumber bencana. ”Sayangnya, sungai-sungai yang telah menghidupi manusia sering tidak dijaga kelestariannya. Perilaku manusia modern justru bertentangan dengan misi peradaban dan keberadaan sungai,” kata politisi PDIP itu.

Putri Megawati Soekarnoputri itu menganggap event tersebut penting untuk mengingatkan masyarakat tentang manfaat sungai. Menurutnya, sungai punya peran penting dalam peradaban sehingga semua pihak harus ikut menjaganya. Dia mencontohkan sungai-sungai di dunia yang ikut menciptakan peradaban dan menjadi titik awal berdirinya sebuah kota. Misalnya Sungai Tigris di Irak, sungai Thames di London dan Sungai Brahmaputra di India.

Sedangkan di Indonesia ada sungai-sungai besar dan ikut membentuk peradaban. Misalnya, Kali Brantas di Jawa Timur, Kali Ciliwung di DKI Jakarta, Sungai Kapuas di Pontianak ataupun Sungai Mahakam di Samarinda.

Dia berharap melalui acara itu masyarakat semakin sadar tentang pentingnya sungai. ”Untuk menekankan perbaikan fungsi sungai terhadap perkembangan sektor budaya, ekonomi, kesehatan, pendidikan dan sektor-sektor lainnya, yang juga membantu mewujudkan salah satu agenda pembangunan nasional,” ujarnya.

Acara tersebut dihadiri Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Bupati Banjarnegara Sutedjo Slamet Utomo, Muspida, Ketua Komisi C DPRD Jateng Asfirla Harisanto, dan sejumlah anggota DPRD Jateng.

Ganjar dalam sambutannya mengatakan acara tersebut berawal dari diskusi dengan sejumlah pihak yang peduli dengan kelestarian sungai. ”Awalnya ada yang pesimis acara ini diikuti banyak orang. Ternyata ada 600 peserta yang datang dari Jawa, Kalimantan, bahkan Sulawesi. Mereka semua peduli dengan sungai,” ungkapnya. (ric/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -