Kemarau, Debit Air PDAM Turun 30 persen

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

PDAM Kudu mulai kemarin (28/8) sudah berproduksi kembali, setelah dua hari sebelumnya terhambat karena pasokan air baku yang dikelola oleh PSDA Provinsi berkurang. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PDAM Kudu mulai kemarin (28/8) sudah berproduksi kembali, setelah dua hari sebelumnya terhambat karena pasokan air baku yang dikelola oleh PSDA Provinsi berkurang. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KUDU — Kemarau panjang tahun ini berdampak terhadap debit air di Instalasi Penyaluran Air (IPA) baku PDAM Tirta Moedal Kota Semarang di wilayah Kudu, yang mengalami penurunan hingga 30 persen.

”IPA Kudu terdapat 4 kolam retensi yang airnya tidak penuh. Biasanya membutuhkan waktu satu minggu untuk penuh,” ungkap Kabag Produksi 2 PDAM Kota Semarang, Sucipto, didampingi Humas PDAM Joko Susanto, kemarin.

Selain debit di IPA Kudu, lanjutnya, pasokan air baku dari waduk Kedungombo juga berkurang drastis. Sebab saat ini tengah dilakukan pembersihan oleh Dinas PSDA Provinsi Jateng mulai tanggal 1 sampai 31 Agustus. Faktor lain adalah pengambilan air baku yang dilakukan oleh petani. ”Untuk mengaliri sawah mereka petani membutuhkan air yang cukup banyak sehingga petani mengambil air baku di sepanjang aliran Gubug menuju Kudu yang jaraknya 40 kilometer. Akibatnya pasokan air menuju PDAM Kudu berkurang,” jelasnya.

Selain itu cadangan air baku yang seharusnya bisa digunakan selama satu bulan juga berkurang karena pengambilan air baku oleh petani dan warga di wilayah Klambu karena kekurangan air. ”Sepanjang aliran itu masyarakat mengambil air untuk keperluan mencuci atau mengaliri sawah sehingga pasokan berkurang,” tandasnya.

Dijelaskan, biasanya untuk pasokan air itu, dibutuhkan pasokan air baku sebanyak 900 sampai 1.000 liter per hari yang digunakan untuk mengaliri wilayah sebelah timur, selatan dan sebelah utara Kota Semarang. ”Tetapi karena pasokan air tidak mencukupi sehingga pada 25 dan 26 Agustus lalu air tidak bisa mengalir. Tetapi sekarang ini sudah kembali normal. Dan bagi warga yang tidak mempunyai tandon air akan mengalami kesulitan, tetapi kalau yang memiliki tandon tidak masalah,” ungkapnya.

Salah seorang pelanggan, Nurhayati, 35, mengaku untuk aliran PDAM saat sudah kembali normal. Memang sebelumnya air tidak mengalir sehingga warga terpaksa menggunakan air galon untuk kebutuhan sehari-hari. ”Selama air PDAM mati itu warga kesulitan air bersih dan terpaksa harus membeli air untuk keperluan memasak. Tapi sekarang sudah kembali normal,” tandasnya. (hid/zal/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -