Pengelola Zakat Harus Profesional

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

PAPARAN: Kabid Penaiszawa Ahyani saat memberikan paparan pada Orientasi Pengurus Baznas dan dai/ daiyah. (Istimewa)
PAPARAN: Kabid Penaiszawa Ahyani saat memberikan paparan pada Orientasi Pengurus Baznas dan dai/ daiyah. (Istimewa)

SEMARANG – Demi meningkatkan kesadaran masyarakat berzakat dan kerukunan umat, memerlukan pengelola zakat yang profesional dan dai/ daiyah yang beretika serta mumpuni dalam keilmuannya. Seiring dengan itu, Bidang Penerangan Agama Islam, Zakat dan Wakaf Kanwil (Penaiszawa) Kemenag Jateng menggelar kegiatan, ”Orientasi Pembinaan Pengurus BAZNAS dan Orientasi Dai / Daiyah Ormas Islam se-Jawa Tengah,” di Hotel Metro Semarang, Selasa-Rabu (25-26/8).

Kabid Penaiszawa Ahyani mengatakan, maksud diadakan orientasi pembinaan pengurus Badan Amin Zakat Nasional (Baznas) adalah meningkatkan kemampuan pengurus yang hadir berjumlah 40 orang, terdiri atas 35 orang unsur Baznas Kabupaten/Kota dan 5 orang dari Baznas Provinsi, dalam hal efektivitas pengelolaan Zakat, Infak dan Sedekah (ZIS).

”Kami ingin pasca pelatihan ini perolehan ZIS di masing kabupaten/kota meningkatkan, sehingga kepercayaan masyarakat terhadap kinerja Baznas menjadi baik sebagai lembaga resmi yang ditunjuk negara untuk mengelola zakat,” ucapnya.

Sedangkan untuk peserta orientasi dai/ daiyah juga berjumlah 40, terdiri atas 35 orang perwakilan ormas Islam kabupaten/kota se-Jateng dan 5 perwakilan ormas Islam tingkat provinsi. Tujuannya supaya kemampuan wawasan dan etika berdakwah para dai/ daiyah ormas Islam membaik. ”Jadi tidak mudah mengafirkan orang lain, namun dakwahnya membawa pesan yang menyejukkan (rahmatan lil ’alamin) tanpa perlu menunjuk diri yang paling benar,” pungkasnya.

Terpisah, Kakanwil Jateng Ahmadi mengatakan bahwa saat ini pengurus Baznas dan para dai/ daiyah harus profesional. ”Amanat sebagai pengurus Baznaz harus kita tunjukkan dengan profesional. Sebab, dari pengurus yang amanah lah potensi ZIS tentu akan meningkatkan perolehannya. Terlebih iklim kesejukan toleransi beragama akan tercipta dan terjaga dari dai/ daiyah yang mengerti akan etika berdakwah yang baik dan benar,” tegasnya. (*/ric/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -