Aset BPR di Jateng Tembus Rp 25 Triliun

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

BERUNTUNG : Salah seorang panita Jalan Sehat Keluarga Perbarindo Semarang menyerahkan hadiah kepada peserta yang beruntung,kemarin. (ENY SUSILOWATI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BERUNTUNG : Salah seorang panita Jalan Sehat Keluarga Perbarindo Semarang menyerahkan hadiah kepada peserta yang beruntung,kemarin. (ENY SUSILOWATI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG- Pertumbuhan aset Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di wilayah Jateng dan DIY, bisa dikatakan sangat memuaskan. Hingga saat ini Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat aset BPR Jateng dan DIY sebanyak Rp 25 triliun.

Direktur Pengawasan Bank, OJK Kantor Regional 4 Jawa Tengah dan DIY, Yusro, mengungkapkan, aset Rp 25 triliun tersebut berasal dari 306 BPR konvensional dan 36 BPR Syariah, yang tersebar di Jateng dan DIY. “Untuk prosentase kenaikan aset dari Juni 2014 hingga Juni tahun ini, sekitar 15 persen,” terang Yusro saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang di sela acara jalan sehat Keluarga Perbarindo Semarang, di Jalan Pahlawan, kemarin.

Sedangkan untuk total Dana Pihak Ketiga (DPK) BPR se-Jateng dan DIY, saat ini sebanyak Rp 23 triliun. Yang berasal dari deposito 56 persen dan sisanya tabungan. “Adapun untuk penyaluran kredit angkanya sebesar Rp 20 triliun. Dengan komposisi 50 persen kredit konsumtif dan 50 persen kredit produktif,” terangnya.

Sementara itu, terkait dengan Non Performing Loan (NPL) atau yang biasa disebut dengan kredit bermasalah BPR yang cukup tinggi saat ini, Yusro, mengharapkan hingga akhir tahun rasio NPL bisa turun di kisaran 5,29 persen seperti tahun lalu. “Hingga saat ini NPL masih pada rasio sekitar 10 persen,” jelasnya.

Direktur Umum PT. BPR Sindhur Arta Mulia Kencana Suripto Mangun Kusumo,SE menambahkan, untuk menekan angka NPL agar turun, kini pihaknya menerapkan program kredit selektif, yaitu mengutamakan nasabah dengan pengajuan kredit berjaminan. “Untuk saat ini kami lebih melayani nasabah yang pengajuan kreditnya ada jaminan sertifikat atau BPKB,” jelas Suripto.

Selain itu juga juga menggalang kebersamaan antar BPR untuk terus berdiskusi mengatasi berbagai problem bersama. “Untuk mewujudkan kebersamaan antar BPR di Semarang yang jumlahnya ada sekitar 70 BPR. Salah satu upayanya adalah menggelar Jalan Sehat Keluarga Perbarindo Semarang ini, dengan jumlah peserta sekitar dua ribu orang,” pungkasnya. (eny/sct/zal)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -