Bantuan Hukum Gratis

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

(JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
(JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

BANTUAN hukum cuma-cuma akan selalu diberikan bagi masyarakat kurang mampu dalam memperoleh keadilan. Tekad itu yang akan dilakukan Ika Widya Puspita Sari saat dirinya menjadi seorang pengacara kelak.

Mahasiswi semester 7 Fakultas Hukum Universitas Semarang (USM) ini mengatakan ketika menjadi seorang pengacara profesional, tentunya terlebih dahulu akan disumpah, dengan tujuan agar bisa menjalankan profesi untuk mengabdi pada masyarakat yang benar-benar membutuhkan bantuan hukum.

”Jadi, kalau aku jadi pengacara. Aku gak mau hanya pengacara yang menjalankan profesi saja. Melainkan pengacara yang juga memberi pengetahuan hukum kepada rakyat kecil. Apalagi pada praktiknya hukum itu tajam ke bawah tumpul ke atas, jadi jangan sampai rakyat kecil tertindas,” tegas alumnus SMA Ibu Kartini Semarang ini kepada Jawa Pos Radar Semarang, Minggu (30/8).

Anak bungsu dari dua bersaudara pasangan R. Sayekti dan Wiwik Lestari ini menilai setiap orang yang tersangkut perkara berhak memperoleh bantuan hukum. Sayangnya, saat ini banyak rakyat kecil yang ingin mendapatkan kesempatan untuk memperoleh bantuan hukum cuma-cuma, namun tidak tahu cara dan tempatnya. ”Itu jelas sekali, Mas. Saya berharap rakyat kecil dalam memperoleh bantuan hukum jangan ditarik biaya, semua pengacara bisa memahami UU No 48 Tahun 2009 pasal 56 ayat 1 dan 2,” ucap gadis kelahiran Semarang, 28 Oktober 1994 ini.

Ia menilai, pengacara dan penegak hukum sekarang memang kaya akan pengetahuan hukum, namun disayangkan tidak sedikit di antaranya hanya mengutamakan kepentingan pribadi ketimbang membantu masyarakat kurang mampu. ”Memang benar di dunia ini tidak ada yang gratis. Tapi kita juga harus melihat di negeri ini masih banyak rakyat kecil yang perlu memperoleh keadilan dan seharusnya sebagai pengacara harusnya mendampingi mereka. Tujuannya agar penegak hukum tidak semena-mena kepada rakyat kecil,” ujar gadis yang hobi olahraga, musik, dan modeling ini. (jks/aro/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -