Kali Kendal Mulai Dinormalisasi

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

DIKERUK : Sebuah alat berat berupa beghu mulai mengeruk sedimentasi di Kali Kendal, kemarin. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIKERUK : Sebuah alat berat berupa beghu mulai mengeruk sedimentasi di Kali Kendal, kemarin. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL – Tingginya sedimentasi di Sungai Kendal kerap kali membuat perkampungan di sekitar lokasi terendam banjir. Pemkab akhirnya turun tangan dan mulai melakukan normalisasi dengan menggunakan sebuah alat berat berupa beghu sejak Jumat (21/8) pekan lalu.

Normalisasi dilakukan mulai dari bendungan Trompo di Kelurahan Trompo ke arah utara hingga ke Bandengan. Proses normalisasi sendiri akan dilakukan disepanjang sungai mulai Kebondalem hingga Bandengan. “Sementara normalisasi dilakukan di wilayah Ngilir hingga Bandengan karena masih ada perbaikan jalan, kalau perbaikan jalan sudah selesai semua bagian sungai akan dikeruk,” kata pengawas proyek Akhmad Khamim, Minggu (30/8) kemarin.

Khamim menambahkan, saat ini proses pengerukan sedimentasi baru dilakukan di bagian barat dengan menggunakan beghu besar. Sementara wilayah timur dilakukan menggunakan beghu kecil karena jaraknya dekat perkampungan warga. “Targetnya dua minggu akan selesai, sehingga saat musim penghujan tiba warga tidak kebanjiran,” tuturnya.

Seorang warga Ngilir, Abdul Rochim mengatakan, pengerukan Kali Kendal merupakan langkah yang kongkrit untuk menganggulangi banjir di Kecamatan Kendal. “Kalau hanya meninggikan jalan itu bukan pemecahan masalah, soalnya kalau jalannya tinggi malah air masuk ke perkampungan semakin tinggi,” ujarnya.

Ia meminta warga di Kelurahan Kebondalem dan Trompo sadar akan kebersihan lingkungan untuk tidak membuang sampah kesungai. “Kesadaran warga harus digugah, setelah dikeruk warga tidak boleh membuang sampah disungai lagi,” tambahnya berharap. (den/fth)

Berita sebelumyaEmpat Kelas Telah Terisi
Berita berikutnyaKaderisasi Perkuat NKRI
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -