Anggap Kinerja Belum Maksimal

Dua Tahun Ganjar-Heru

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

MENGADU: Sejumlah warga masyarakat yang terdiri atas aktivis LSM, petani, nelayan dan buruh melakukan audiensi dengan anggota DPRD Jateng, kemarin. (AHMAD FAISHOL/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MENGADU: Sejumlah warga masyarakat yang terdiri atas aktivis LSM, petani, nelayan dan buruh melakukan audiensi dengan anggota DPRD Jateng, kemarin. (AHMAD FAISHOL/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Belasan warga masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Jawa Tengah, Senin (31/8) kemarin mendatangi kantor DPRD Jawa Tengah di Jalan Pahlawan. Mereka mendesak anggota DPRD setempat menggunakan hak legislatifnya untuk mengawal kinerja Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dalam rangka merealisasikan program eksekutif yang prorakyat.

”Visi dan misi gubernur dengan slogan Mboten Korupsi Mboten Ngapusi ternyata belum maksimal. Itu adalah hasil evaluasi kami terhadap kinerja selama menjabat menjadi gubernur dalam dua tahun ini,” ujar perwakilan warga Moch Safik saat melakukan audiensi di ruang rapat pimpinan dewan. Mereka ditemui Ketua Fraksi PDIP DPRD Jateng Nuniek Sriyuningsih, anggota Komisi B Messy Widiastuti, anggota Komisi D Masfui, dan anggota Komisi A Amir Darmanto.

Dia menjelaskan, salah satu indikator kelemahan Ganjar adalah masih banyak ditemukannya kasus penyelewengan anggaran APBD dan hal tersebut dibuktikan dengan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tahun 2014. ”Selain itu, kurangnya informasi secara terbuka kepada masyarakat terkait anggaran dan alokasi APBD sehingga mengakibatkan proses pengawasan dan monitoring anggaran sangat lemah,” imbuhnya.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -