Anggap Kinerja Belum Maksimal

Dua Tahun Ganjar-Heru

357

Dia menambahkan, program kartu tani dan kartu nelayan yang merupakan janji gubernur pada masa kampanye hingga sekarang belum berjalan sesuai yang diharapkan. Ia mencontohkan, kartu tani baru terdistribusi kurang lebih 240 buah yang diedarkan kepada petani di Kecamatan Gringsing Kabupaten Batang. ”Kami menginginkan sebelum masa jabatan gubernur habis, semuanya harus sudah terealisasi,” imbuhnya seraya menunjukkan beberapa petani dan nelayan yang turut bersamanya.

Menanggapi hal tersebut, Nuniek Sriyuningsih menyatakan bahwa memang selama ini pihak eksekutif tidak mempunyai data jumlah petani di Jawa Tengah yang valid. Sehingga program kartu tani tidak berjalan dengan maksimal. Karenanya, berdasarkan rapat kerja dengan sejumlah pihak beberapa waktu lalu disepakati anggaran khusus Rp 21 miliar untuk menyempurnakan pendataan. ”Sebenarnya ini bukan murni salah Pak Ganjar. Tetapi memang dari gubernur-gubernur sebelumnya tidak ada (data) yang valid,” terangnya.

Nunik menambahkan, pihaknya terus mendorong program tersebut dapat selesai sebelum masa akhir kepemimpinan Ganjar pada 2018 mendatang. Jika tidak dapat merealisasikan di 35 kabupaten/kota, setidaknya pada 16 kabupaten/kota yang menjadi lumbung padi dapat merasakan manfaat dari kartu tersebut. ”Maka dari itu, begitu selesai pendataan kami langsung meminta BRI sebagai mitra untuk langsung mendistribusikannya. Akhir tahun ini selesai di Batang,” tandasnya.

Messy Widiastuti, anggota Komisi B lainnya yang turut hadir dalam kesempatan tersebut menambahkan, terkait temuan BPK pihaknya telah mengundang yang bersangkutan untuk membahas bersama sebagai tindak lanjut atas laporan tersebut. ”Kami juga terus melakukan supervisi anggaran supaya transparan,” terang politisi PDIP itu. (fai/ric/ce1)