Belajar Membatik dengan Pewarna Alami

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

CINTA BATIK: Sri Sumarni mengajari siswanya membatik kain dengan pewarna alami disela pameran pendidikan. (Wahib pribadi/jawa pos radar semarang)
CINTA BATIK: Sri Sumarni mengajari siswanya membatik kain dengan pewarna alami disela pameran pendidikan. (Wahib pribadi/jawa pos radar semarang)

DEMAK – SMKN 1 Sayung meraih juara 3 stand terbaik dalam pameran pendidikan di Alun-Alun Kota Demak. Selain itu, juga memperoleh juara 2 tari zipin yang ditampilkan para siswa.

Kepala SMKN 1 Sayung melalui Waka Humas, Munif SPd mengungkapkan, SMKN 1 Sayung turut berpartisipasi dalam pameran pendidikan yang dihelat Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) tersebut. Menurutnya, selama kegiatan berlangsung, sekolahnya memamerkan berbagai potensi siswa yang dikembangkan disekolah selama ini sesuai jurusan yang ada.

Untuk jurusan tata busana misalnya, siswa belajar membuat batik dengan pewarna alami. Mereka membatik dengan motif yang beragam termasuk motif buah jambu delima dan belimbing. “Batik-batik yang sudah jadi kemudian dijual bebas dengan harga antara Rp 20 ribu hingga Ro 40 ribu perlembar kain batik,”katanya didampingi guru matematika Ari Bubut Widodo.

Guru tata busana, Sri Sumaryani mengatakan, untuk membuat batik, siswa diajari memakai pewarna alami. “Kita gunakan pewarna alami dari pohon mahoni supaya lebih ramah lingkungan. Pewarna alami ini kita rebus dulu,”teranganya.

Untuk proses membatik itu, semula kain primisima direndam dengan air TRO. Kemudian, dilarutkan dan diberi bahan kimia sehingga bisa dibatik. “Dan, masih ada proses lanjutan sehingga batik tersebut hasilnya bisa maksimal dan layak jual,”katanya.

Selain itu, karya siswa lain yang ditampilkan adalah sistem injector pada kendaraan Honda. Sistem ini dikembangkan tekhnik sepeda motor dari jurusan tekhnik sepeda motor (TSM) SMKN 1 Sayung. Dipamerkan juga ukiran buah dari semangka dan tomat. (hib/fth)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -