BI Berdayakan Sektor Pertanian

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

SEMARANG – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Grobogan beserta stakeholders terkait dalam pengembangan sektor pertanian khususnya jagung terintegrasi dengan peternakan di Kab. Grobogan. Pengembangan klaster ini dalam tahap awal akan difokuskan di dua desa. Yaitu Desa Klitikan yang masuk dalam wilayah Kecamatan Kedungjati dan Desa Tambakselo yang masuk dalam wilayah di Kecamatan Wirosari.

“Hal ini sebagai upaya pemberdayaan sektor riil dan UMKM serta mendukung program Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam upaya pengentasan kemiskinan,” ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Iskandar Simorangkir, kemarin (30/8).

Pemilihan Kabupaten Grobogan sebagai wilayah pengembangan klaster tidak terlepas dari hasil penelitian Komoditas, Produk, Jenis Usaha (KPJU) unggulan UMKM tahun 2013 yang dilaksanakan oleh Bank Indonesia. “Hasil penelitian tersebut menempatkan komoditas jagung dan sapi potong sebagai komoditas unggulan di Kabupaten Grobogan. Kabupaten Grobogan merupakan sentra jagung terbesar di Jawa Tengah, hal ini ditunjang oleh iklim dan sumber daya alam yang sesuai untuk tanaman jagung,” ujarnya.

Pada tahun 2013 dengan lahan panenan seluas 98.909 Ha menghasilkan 559.543 ton, sedangkan total Jawa tengah adalah 2.930.911 ton, jadi Kabupaten Grobogan menyumbang 19 persen dari total komoditas jagung di Jawa Tengah.Sementara itu, populasi sapi potong di Kabupaten Grobogan adalah nomor tiga terbesardi Jawa Tengah setelah Kabupaten Blora dan Wonogiri.

Data BPS menunjukkan populasi di Grobogan tahun 2013 sejumlah 137.360 ekor. Peternakan sapi potong ini dikembangkan oleh perorangan dan kelompok ternak. Disamping itu Kabupaten Grobogan terkenal sebagai kantong bibit sapi potong lokal di Jawa Tengah. “Dengan adanya program kerja pengembangan komoditas jagung dan sapi di Kab. Grobogan ini diharapkan dapat mengakselerasi pertumbuhan ekonomi berbasis UMKM serta sebagai upaya pengentasan kemiskinan di Kab. Grobogan,” tandasnya. (dna/smu)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -