Ingin Taklukkan Mount Everest

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

(AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
(AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)

CANTIK, lincah, serta berpostur bak seorang model. Itulah sosok Sri Handayani. Bahkan, banyak yang menyangka, gadis berkulit putih ini seorang model. Padahal dara yang akrab disapa Hani ini jauh dari dunia modeling yang identik dengan feminin dan glamor. Hani justru menyukai dunia pencinta alam.

”Paling senang kalau petualang naik gunung. Tapi sementara ini baru bisa naik Gunung Andong, Sikunir, Ungaran, sama Gunung Merapi. Waktunya yang belum ada. Yang jelas, kalau punya waktu libur lama, mau menaklukkan Mount Everest,” ucap gadis yang tengah sibuk mengikuti tim pemenangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang Sigit Ibnugroho-Agus Sutyoso (Sibagus) ini.

Gadis kelahiran Pati, 19 Desember 1991 ini mengaku pernah keteteran waktu kali pertama mendaki gunung. Waktu naik Gunung Andong, dia tidak membawa peralatan dan bekal sedikit pun. Praktis, baru sampai separo perjalanan, Hani dan rombongan terpaksa turun. Tidak berani menanggung risiko. ”Baru sadar kalau nggak bawa apa-apa. Rencana itu memang dadakan. Biasa kan temen-temen suka gila-gilaan,” kenang bungsu dari tujuh bersaudara pasangan Djarmin dan Tasri ini.

Meski begitu, soal survival di alam bebas, gadis cantik berpostur 167 cm/50 kg ini sudah bisa dibilang mumpuni. Ketika masih melalap bangku SMPN 1 Jakenan, Pati, Hani ditunjuk sebagai ketua pramuka wanita pertama. Di sana, selain menggembleng para junior, penyuka sambal terasi ini juga menggembleng diri sendiri dengan misi-misi lingkungan.

Pengalaman itu makin matang ketika didapuk jadi bantara ketika sekolah di SMAN 1 Jakenan. ”Banyak pengalaman yang didapat. Salah satunya cara bertahan hidup atau survival di alam bebas,” pungkas dara yang juga pernah menjadi personel pasukan pengibar bendera (paskibra) ini. (amh/aro/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -