Jaksa Berharap Hakim Kabulkan Tuntutan

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

MANYARAN – Sidang kasus dugaan korupsi Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Tlogo Makmur, Tlogosari, Kota Semarang, dengan tersangka Sri Rahayu dan Norma Eka Setyaningrum kembali berlangsung dengan agenda replik dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Semarang, di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang, Senin (31/8).

Dalam repliknya JPU dari Kejari Semarang, Zahri Aeniwati menolak semua isi nota pembelaan (pledoi) terdakwa maupun penasihat hukum (PH) kedua terdakwa dan meminta majelis hakim mengabulkan tuntutannya.

”Melihat dalil-dalil dan alasan hukum yang disampaikan PH terdakwa, maka berdasarkan fakta hukum yang didapat dan alat bukti serupa berupa laporan hasil audit BPKP Jateng dan keterangan ahli Zaenudin AK di persidangan jelas ada kerugian negara Rp 204.830.485,” kata JPU, Aeniwati membacakan repliknya di hadapan majelis hakim yang dipimpin Ari Widodo.

JPU juga menyebutkan, pada 2012 kedua terdakwa mengaku telah menyalahgunakan uang yang dikelola BKM Tlogomakmur, hal itu disampaikan kedua terdakwa di persidangan, namun keduanya mengaku tidak menggunakan sebesar hasil audit BPKP. Akan tetapi keduanya tidak bisa membuktikan berapa uang yang diambil di kas BKM Tlogomakmur.

”Melainkan berdasarkan fakta hukum di persidangan kedua terdakwa telah mengambil dari angsuran pinjaman, pengambilan kas dan bunga mencapai Rp 141.462.900 ditambah pengambilan kas BKM melalui kasir Rp 8.629.285 ditambah kerugian negara 2013 yang menjadi tangung jawab Sri Rahayu mencapai Rp 54.738.300,” sebut JPU.

Selanjutnya, PH kedua terdakwa, Nugroho Budiantoro mengatakan, pihaknya akan mengajukan duplik pada sidang selanjutnya. ”Seharusnya duplik tadi mau dibaca lisan. Biar besok langsung putusan tapi hakim minta tertulis,” kata Nugroho.

Dalam pledoinya Nugroho mempersoalkan perhitungan kerugian negara yang dijadikan dasar menjerat kedua terdakwa oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Semarang. ”Jumlah kerugian negara tidak bisa dibuktikan secara pasti. Jaksa tidak bisa membedakan antara pertanggungjawaban jabatan dengan pertanggungjawaban perseorangan atau pribadi,” ujarnya. (jks/zal/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -