Perbaiki Infrastruktur, Bupati Tingkatkan Produksi Pertanian Berkelanjutan

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

PANEN RAYA : Bupati Pekalongan Amat Antono saat melakukan panen raya tanaman padi di Desa Pantianom, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, beberapa waktu lalu. (DOK JAWA POS RADAR SEMARANG)
PANEN RAYA : Bupati Pekalongan Amat Antono saat melakukan panen raya tanaman padi di Desa Pantianom, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, beberapa waktu lalu. (DOK JAWA POS RADAR SEMARANG)

SELAMA 5 tahun kepemimpinan Bupati Pekalongan, Amat Antono dan Wakil Bupati, Fadia Arafiq, banyak perubahan yang telah dilakukan. Di antaranya, meningkatnya ketahanan pangan, khususnya pada bidang pertanian, perkebunan serta kehutanan.

Langkah awal yang dibenahi Bupati Antono adalah memperbaiki infrastruktur irigasi yang rusak pada 272 desa yang tersebar pada 19 kecamatan, di Kabupaten Pekalongan. Hal itu meningkatkan aliran air pada lahan pertanian, sehingga petani bisa menggarap sawahnya dan panen lebih dua kali dalam setahun.

Demikian juga dengan irigasi yang telah lama tidak berfungsi lebih dari 8 tahun, telah dibangun kembali. Seperti irigasi pada Bendungan Simbang, di Desa Kalimojosari, Kecamatan Karangdadap pada tahun 2014 kemarin. Hasilnya lebih dari 602 hektare sawah di 22 desa pada tiga kecamatan, yakni Kecamatan Doro, Kedungwuni dan Karangdadap, yang semula sawahnya menjadi kering, kini teraliri air secara melimpah. Demikian juga pada irigasi Padurekso di Kecamatan Bojong, lebih dari 16 desa pada 1500 hektare sawah teraliri air kembali.

“Infrastruktur pertanian yang rusak kami perbaiki dulu. Demikian juga dengan bendungan yang tidak berfungsi, kami bangun kembali. Baru kami bisa meningkatkan pertanian,” tutur Bupati Antono.
Data dari Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Kabupaten Pekalongan, pada tahun 2014, kebutuhan beras rata-rata per tahun di Kabupaten Pekalongan, tak lebih dari 75 ribu ton. Sedangkan produksi beras mencapai 157 ribu ton per tahun. Sehingga terjadi surplus produksi padi lebih dari separuh produksi beras yang ada.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -