Warga Bangga, Pelayanan Kesehatan Prima dan Mandiri

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

PEDULI : Bupati Pekalongan Amat Antono saat mengunjungi pasien di RSUD Kraton, Kabupaten Pekalongan beberapa waktu lalu. (DOK JAWA POS RADAR SEMARANG)
PEDULI : Bupati Pekalongan Amat Antono saat mengunjungi pasien di RSUD Kraton, Kabupaten Pekalongan beberapa waktu lalu. (DOK JAWA POS RADAR SEMARANG)

MASYARAKAT Kabupaten Pekalongan dulu malu ketika berobat di Rumah Sakit Daerah Umum (RSUD) atau rumah sakit milik daerah, dan lebih bangga jika bisa berobat ke rumah sakit swasta. Itu karena kondisi RSUD yang kotor, kumuh kurang bersih serta pelayanan yang buruk. Namun, kini dua Rumah Sakit Daerah Umum (RSUD) milik Pemerintah Daerah Kabupaten Pekalongan, yakni RSUD Kraton dan RSUD Kajen, menjadi rumah sakit kebanggaan warga masyarakat Kabupaten Pekalongan.

Bahkan untuk RSUD Kraton Kabupaten Pekalongan, kini menjadi satu-satunya rumah sakit milik Pemda yang menjadi rumah sakit rujukan tingkat Karesidenan Pekalongan. Bahkan menjadi salah satu rumah sakit yang menjadi rujukan dan studi banding bagi rumah sakit yang akan berbadan hukum menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

Kini, pada era Pemerintahan Bupati Antono, sarana pelayanan kesehatan masyarakat dibangun. Janji untuk mewujudkan kesehatan dengan pelayanan prima secara mandiri pun terbukti. Dengan adanya 2 rumah sakit besar milik Pemda, 19 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas), 8 Puskesmas Perawatan, 171 Poliklinik Kesehatan Desa, 27 buah Puskesmas Keliling, 1.387 Pos Pelayanan Terpadu yang tersebar di 285 desa, 1 Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Laboratorium Kesehatan Daerah, dan 1 UPT Instalasi Farmasi Daerah.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan, Dokter Sutanto, menjelaskan bahwa dengan adanya sarana dan prasarana kesehatan yang memadai, serta ditunjang dengan tenaga medis yang profesional, maka pelayan prima kesehatan secara mandiri di Kabupaten Pekalongan mudah dilaksanakan.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -