Wujudkan Masyarakat Sejahtera Bermartabat, Berbasis Kearifan Lokal

HUT Kabupaten Pekalongan

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

HARI Jadi Kabupaten Pekalongan telah ditetapkan sejak tanggal 25 Agustus 1622 atau 12 Robiu’l Awal 1042 H, pada masa pemerintahan Pangeran Manduroredjo. Bahkan, berdasarkan kajian ilmiah oleh Tim Peneliti Sejarah Kabupaten Pekalongan yang terdiri atas jajaran eksekutif, tokoh masyarakat dan dari kalangan akademisi, Pangeran Manduroredjo merupakan Bupati Pekalongan I atau Adipati yang ditunjuk dan diangkat oleh Sultan Agung atau Raja Mataram Islam saat itu.

Namun, pembangunan kantor Kabupaten Pekalongan sudah dilakukan sejak zaman Pemerintahan Adipati Notodirdjo yakni pada tahun 1879 -1920 Masehi di kompleks Jalan Nusantara Alun-Alun Kota Pekalongan. Bangunan tersebut merupakan pendopo dan rumah bagi para Bupati Pekalongan sekaligus sebagai tempat Paseban dan aktivitas perangkat Pemerintahan Kabupaten dengan berbagai elemen masyarakat untuk bersilaturahmi, bermusyawarah dan mencurahkan pemikiran, saran atau unek-unek berbagai kehendak punggawa pemerintahan dan rakyat di hadapan Bupati pada saat itu.

Sedangkan pada 25 Agustus 2001, menindaklanjuti Peraturan Pemerintah (PP) Republik Indonesia (RI) nomor 48 tahun 1986, tentang Pemindahan Ibu Kota Kabupaten Pekalongan Daerah Tingkat II Pekalongan dari wilayah Kotamadya Daerah Tingkat II Pekalongan ke Kota Kajen, di wilayah Kabupaten Pekalongan.

Sebelum pemindahan Ibu Kota Kabupaten Pekalongan Daerah Tingkat II Pekalongan, berbagai persiapan untuk menindaklanjuti terbitnya Peraturan Pemerintah tersebut, telah dilakukan penataan, pembenahan dan proses pembangunan sarana dan prasarana gedung-gedung perkantoran di Kota Kajen.

Diawali dengan peresmian sekaligus penggunaan Gedung Sekretariat Daerah (Sekda) Kabupaten Pekalongan di Kajen oleh Gubernur Jawa Tengah, Mardiyanto pada tanggal 25 Agustus 2001. Perpindahan itu merupakan salah satu tonggak sejarah sebagai momentum diawalinya Kota Kajen sebagai Ibukota Kabupaten Pekalongan. Proses perpindahan ini terjadi di awal jabatan Drs H Amat Antono sebagai Bupati Pekalongan, pada periode 2001–2006.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -