Harga Cabai Rawit Picu Inflasi

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

SEMARANG – Jawa Tengah mengalami inflasi sebesar 0,29 persen pada bulan Agustus lalu. Salah satunya dipicu oleh meningkatnya harga cabai rawit.

“Sudah beberapa minggu terakhir ini harga cabai rawit terus mengalami kenaikan. Kondisi tersebut berdampak pada inflasi bulan Agustus sebesar 0,29 persen,” ujar Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Jateng Jam Jam Zamachsyari, kemarin (1/9).

Tak hanya cabai rawit, beberapa komoditas lain juga memberikan kontribusi terhadap terjadinya inflasi bulan Agustus. Di antaranya telur ayam ras, beras, dan daging ayam ras. Menurut Jam Jam, komoditas-komoditas tersebut memicu inflasi, karena semenjak harganya naik jelang Lebaran lalu, hingga saat ini masih belum turun. Terlebih untuk daging ayam ras, harganya terus mengalami kenaikan.

Selain sektor makanan, sektor lain yang memberikan kontribusi terhadap inflasi yaitu perguruan tinggi. Meski di satu sisi biaya pendidikan sedikit memberikan kontribusi terhadap terjadinya deflasi, namun di sisi lain juga memberikan kontribusi terhadap inflasi. “Ada sebagian masyarakat yang sudah mengeluarkan biaya untuk pendidikan pada bulan Agustus lalu, meski demikian ada sebagian yang masih menunggu di bulan-bulan depan,” jelasnya.

Namun demikian, lanjutnya, inflasi Jawa Tengah di bulan Agustus tersebut jauh di bawah angka inflasi nasional yang mencapai 0,39 persen. Menurutnya, penurunan tersebut merupakan dampak dari berkurangnya permintaan masyarakat untuk sektor jasa transportasi dan penurunan harga bawang merah. “Bawang merah, angkutan udara, angkutan antar kota, tarif kereta api, dan angkutan dalam kota termasuk komoditas yang memberikan kontribusi terhadap terjadinya deflasi sehingga angka inflasi bisa ditekan,” tandasnya. (dna/smu)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -