Lembaga Penyertifikat SLVK Harus Merata

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

SEMARANG – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tengah mengejar pemerataan lembaga-lembaga penyertifikat Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK). Selama ini, pemberian sertifikat SLVK hanya diterbitkan organisasi independen yang jumlahnya hanya sekitaf 20 di Indonesia.

Menurut Dirjen Pengelolaan Hutan Produksi Lestari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Ida Bagus Putera Prathama, jumlah itu dirasa sangat mibim. Padahal obyek yang disertifikasi ada ribuan kayu, sehingga kita mendorong untuk penambahan lembaga penyertivikasi. Dikatakannya, kondisi hutan Indonesia sekarang sudah mencapai 130 juta atas kepemilikan perhutani, hutan rakyat, dan bahan produksi.

“Dengan jumlah hutan yang semakin hari semakin terbatas, kementerian LHK mengejar perolehan ekonomi namun tak lupa memikirkan tantangan pelestarian lingkungan dan hutan, salah satunya dengan penerapan sistem SVLK,” katanya saat menggelar sosialisasi Penanganan Perubahan Iklim dengan SVLK di Hotel Santika Premiere Semarang, Selasa (1/9) kemarin.

Dalam waktu dekat ini, pihaknya mengaku akan segera mengambil kebijakan sehingga makin banyak lembaga penyertifikatan indepen yang mengawasi seluruh perusahaan kayu. “Sehingga kontribusi terhadap ekonomi jelas terukurnya, dan kelestarian lingkungan tetap terjaga,” imbuh Putera.

Meski masih banyak menuai pro dan kontra mengenai SVLK, Putera akan tetap mengambil langkah. Baginya SLVK, merupakan salah satu upaya pendekatan yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia untuk menanggulangi pembalakan liar, sekaligus memperbaiki tata kelola kehutanan di Indonesia yakni dengan penyertifikatan legalitas. “Sistem yang telah diberlakukan sejak Januari 2015 ini bertujuan untuk membatasi ilegal logging dan menekan kerusakan hutan sehingga emisi karbon bisa dikurangi. Jadi ini memang demi kebaikan bersama,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Pengelolaan dan Pemasaran Hasil Hutan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Agus Justianto mengatakan, SVLK termasuk dalam kategori kegiatan Reduce Emision from Degradation dan Deforestation karena mengurangi kerusakan akibat aktivitas manusia dan kerusakan hutan akibat kegiatan non kehutanan.

“Selama ini SVLK hanya dipandang sebagai salah satu instrument penegakan hukum kehutanan, namun juga membantu mengatasi perubahan iklim sekitar 80 persen. Sehingga jika dilakukan secara efektif secara nasional maka penggunaan kayu ilegal dari hasil pembalakan liar akan terkikis dan dengan sendirinya akan berkurang,” tutupnya. (amh/smu)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -