Pegunungan Kendeng Masuk Pertambangan dan Industri

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

MANYARAN – Dua saksi yang dihadirkan dalam sidang gugatan pembangunan pabrik semen di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang sebut pegunungan Kendeng masuk dalam kawasan budidaya sehingga izin pendirian pabrik semen dan penambangan di kawasan pegunungan Kendeng dinilai tidak menyalahi aturan.

Adapun saksi yang menyebutkan hal itu, Kepala DPKAD Kabupaten Pati (Mantan Kepala Bappeda Kabupaten Pati) Turi Atmoko dan Kasubid Pengembangan Wilayah Bappeda Kabupaten Pati, Tatib saat menjadi saksi dipersidangan atas tergugat Bupati Pati dan PT Sahabat Mulia Sakti (SMS).

”Hal itu termaktub dalam Perda nomor 5 tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Di mana di pegunungan Kendeng ditetapkan sebagai daerah budidaya, termasuk di dalamnya pertambangan dan industri,” kata Turi di hadapan majelis hakim yang diketuai, Adi Budi Sulistyo, Selasa (1/9).

Saksi Turi mengatakan, saat penyusunan perda tersebut ada masukan dari masyarakat agar Pemda Pati mengadakan kajian terhadap potensi di Gunung Kendeng. Menurutnya, pegunungan Kendeng memiliki potensi yang dapat mengangkat pendapatan warga. ”Perkembangan Pati Selatan khususnya di lereng Kendeng sangat tertinggal. Sehingga saat itu ada masukan dari warga agar pemkab mencari investor untuk pendirian pabrik semen. Hal ini dilakukan untuk menyerap tenaga kerja karena lokasi,” ungkapnya.

Selanjutnya, saksi Tatib dalam kesaksiannya juga membenarkan jika kawasan pegunungan Kendeng masuk dalam kawasan budidaya dengan pertambangan dan industri masuk di dalamnya. ”Sebab di lokasi itu banyak potensi penambangan seperti pertambangan mineral dan batubara. Di sekitar pegunungan Kendeng itu, banyak terdapat potensi tambang seperti besi, pospat, gamping dan tanah liat dan sebagainya,” ujarnya,

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -