Tiga Perusahaan Akan PHK Buruh Besar-besaran

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

JADI KORBAN RUPIAH: Buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kota Semarang saat menggelar aksi demo di Balai Kota Semarang, kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
JADI KORBAN RUPIAH: Buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kota Semarang saat menggelar aksi demo di Balai Kota Semarang, kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

BALAI KOTA – Bertepatan dengan Hari Buruh Internasional 1 September, ratusan buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kota Semarang menggelar aksi demo di Balai Kota Semarang, Selasa (1/9). Selain menuntut pemerintah bertanggung jawab atas melemahnya nilai rupiah yang berdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran, buruh juga menolak Peraturan Menteri Tenaga Kerja yang mensyaratkan tenaga kerja asing tidak wajib berbahasa Indonesia.

Massa yang berjumlah sekitar 100 orang berorasi dan membentangkan spanduk serta poster di depan Balai Kota Semarang. Di antaranya bertuliskan ”Tolak Tenaga Kerja Asing Yang Tidak Bisa Berbahasa Indonesia”, ”Jangan Korbankan Kami Karena Melemahnya Nilai Rupiah,” serta spanduk besar yang berisi tuntutan di antaranya Revisi PP No 45 Tahun 2015 Tentang Jaminan Pensiun dan Bubarkan Pengadilan Hubungan Industrial (PHI).

Selain itu, para buruh juga menyuarakan supaya aksi yang dilakukan bisa ditemui Pj Wali Kota Semarang, Tavip Supriyanto. Pada aksi tersebut, para buruh hanya bisa melakukan orasi mimbar bebas di lokasi setempat. Sementara keinginan mereka untuk bertemu Tavip gagal lantaran sedang tidak berada di tempat.

”Aksi ini juga sama dilaksanakan di 20 provinsi di Indonesia. Kita juga sudah mewakilkan 500 karyawan untuk aksi di Istana Jakarta,” kata Muhron, Ketua PC FSPMI Kota Semarang dalam orasinya.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -