Bagaimana Hajinya Anak Kecil?

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Pertanyaan :

Assalamu’alaikum Bapak DR. KH. Ahmad Izzuddin, M. Ag di Radar Semarang yang saya hormati dan dimuliakan oleh Allah SWT. Belakangan ini kita ketahui bahwa antrean untuk menjadi jamaah haji sangatlah padat. Banyak yang mensiasati sejak dini dengan mendaftarkan anaknya menjadi jamaah haji. Saya ingin bertanya Pak Kiai, lalu bagaimana ketika jatah berangkatnya si anak tadi dia belum baligh? Padahal kesempatan untuk berangkat haji bisa jadi hanya sekali.

Demikian pertanyaan saya, terima kasih atas penjelasan dan jawaban bapak. Wassalamu’alaikum Warahmatullah

Didin, Ungaran 081325667xxx

Jawaban :

Wa’alaikumussalam Warahmatullah Bapak Didin di Ungaran yang saya hormati dan juga dirahmati Allah SWT. Terima kasih atas pertanyaannya. Memang seperti kita ketahui, animo masyarakat Indonesia untuk melaksanakan rukun Islam yang kelima tersebut memanglah tinggi. Bahkan dikatakan jika kita mendaftar pada tahun 2015 ini, maka keberangkatannya baru bisa dilaksanakan tahun 2035. Itupun jika regulasinya tidak berubah. Bisa jadi lebih dari tahun tersebut si pendaftar baru bisa merasakan kenikmatan manasik haji.

Dalam menanggapi pertanyaan Bapak Didin diatas, saya ingin menyampaikan terlebih dahulu bahwa syarat wajib haji diantaranya adalah 1). Islam 2). Sudah baligh 3). Berakal Sehat 4). Orang yang merdeka (Bukan budak) 5). Adanya bekal untuk melaksakan haji 6). Harus ada kendaraan yang layak untuk digunakan pergi haji, dan 7). Tiada hambatan serius selama perjalanan.

Jika orang yang melaksanakan haji tidak memenuhi syarat diatas, maka tentulah kepergian hajinya tidak dapat menggugurkan kewajiban haji. Seperti dalam pertanyaan Bapak Didin diatas misalnya, orang yang melaksanakan haji dalam keadaan belum baligh, maka kewajiban hajinya belum gugur. Bahkan wajib berhaji kembali setelah baligh, karena haji sebelum baligh hukumnya hanya sunnah.

Demikian jawaban dan penjelasan dari saya, semoga ada manfaatnya dan barokah. Amin

DR. KH. Ahmad Izzuddin, M. Ag

Berita sebelumya90 Persen Ulah Manusia
Berita berikutnyaArumdalu Ekspansi ke Jogja
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -