Curi 40 APK Hendi-Ita, Dipolisikan

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

NGALIYAN- Seorang pria bernama Umam, 19, warga Podomoro RT 1 RW 7 Ngaliyan, Semarang dilaporkan ke Polsek Ngaliyan dan Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Polrestabes Semarang. Ia dilaporkan atas dugaan tindak pidana pengerusakan disertai pencurian Alat Peraga Kampanye (APK) berjumlah 40 buah, jenis round text milik pasangan calon (paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang nomor urut 2, Hendrar Prihadi (Hendi) – Hevearita Gunaryanto Rahayu (Ita) di wilayah RW 6 RW 7 Kelurahan Podorejo, Kecamatan Ngaliyan, Semarang. Pelapornya adalah Solihin Suparman, warga Podorejo RT 1 RW 7, salah satu tim sukses paslon nomor urut 2.

Dugaan pengerusakan dan pencurian APK tersebut diketahui pada Rabu (2/9) sekitar pukul 07.00. Usut punya usut, terlapor tertangkap tangan dan menyimpan barang bukti sebanyak 40 buah round text pasangan Hebat (Hendi-Ita Bersama Rakyat, Red) di rumah terlapor. Namun demikian, pihak Polrestabes Semarang bekerja sama dengan Polsek Ngaliyan menilai bahwa kasus tersebut merupakan dugaan pelanggaran pemilu. Sehingga kasus ini dilimpahkan ke Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu).

Kapolsek Ngaliyan Kompol Bero Suprihatin saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Semarang membenarkan adanya laporan tersebut. Namun pihaknya melimpahkan kasus tersebut ke Panwaslu. “Kami sudah melakukan koordinasi dengan pihak terkait. Karena ini merupakan dugaan pelanggaran pemilu, maka kasus ini kami serahkan ke Panwas. Saat ini masih ditangani oleh tim Panwascam Ngaliyan,” kata Bero kepada wartawan di Mapolrestabes Semarang, Kamis (3/9).

Dia membenarkan, kasus tersebut semula dilaporkan atas dugaan tindak pidana pencurian. Namun setelah diselidiki, terindikasi masuk dalam wilayah pelanggaran pemilu.

Ketua Panitia Pengawas (Panwas) Pemilu Kecamatan Ngaliyan, Abdul Azis, membenarkan, kasus ini ditangani oleh pihaknya. “Kami menerima laporannya kemarin (Rabu). Pelapornya adalah tim sukses paslon nomor urut 2. Laporan itu kami tindaklanjuti dengan berkoordinasi pihak kepolisian dan PPL (Pengawas Pemilu Lapangan). Tadi saya baru saja melakukan koordinasi dengan Polsek Ngaliyan,” ujar Abdul Azis saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang di kantornya, kompleks Kantor Kecamatan Ngaliyan, kemarin.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -