Dana BOS Tak Cair, Cari Hutangan

Sekolah di Lingkungan Kemenag

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

KENDAL—Sekolah-sekolah di bawah Kementrian Agama (Kemenag) di Kabupaten Kendal mengeluhkan soal dana bantuan operasional sekolah (BOS) yang belum turun. Bahkan, ada beberapa sekolah terpaksa mencari hutangan untuk menutup kebutuhan operasional sekolah lantaran dana BOS triwulan dua bulan belum cair.

Dana BOS seharusnya diterima sekolah setiap tiga bulan sekali. Namun, tahun 2015 ini, pencairan dana BOS terhenti pada triwulan kedua atau bulan April lalu. Bahkan tahap triwulan Agustus lalu juga hingga September ini belum ada yang cair.

Sejumlah sekolah swasta di bawah kemenag bahkan terpaksa berhutang supaya tetap mampu bertahan agar tidak mengganggu proses belajar mengajar. “Kami sampai hutang ke bank dengan jaminan Surat Keputusan (SK) Kepala Sekolah milik saya,” ujar Kepala Mts Al-Ishlah Pageruyung, Muhammad Arif Mahmudi, Kamis (3/9) kemarin.

Hal itu dilakukan, lantaran pihak sekolah dan yayasan sudah tidak ada pilihan karena dana BOS yang cair molor. Padahal, jika dihitung tiga bulanan, dana BOS sedianya sudah cair bulan Juni atau Juli lalu.

“Kami rasa ini tidak hanya dilakukan sekolah kami saja, tapi juga sekolah-sekolah lain di bawah naungan Kemenag. Terutama sekolah swasta kocar-kacir, kalau dana BOS tidak bisa cair. Dengan apa biaya operasionalnya, kalau tidak cair?” keluhnya.

Sekolah swasta, tambah dia, di wilayah atas seperti Kecamatan Pageruyung, Patean, Sukorejo, dan Plantungan mayoritas tidak melakukan pungutan terhadap siswa untuk biaya operasional. Bahkan SPP juga hanya dikenakan tiap siswa sebesar Rp 25 ribu per bulan, dana tersebut tentu sangat kurang jika untuk menomboki operasional sekolah,” jelasnya.

Arif menambahkan, jumlah siswa di MTs Al-Ishlah saat ini ada sekitar 258 siswa. Untuk penerimaan dana BOS tiap triwulan Rp 60 juta. “Kalau jumlah yang menunggak menjadi Rp 120 juta. Sebab, menunggak mulai April lalu,” paparnya.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -