Hanya 30 Menit, 18 Ribu Liter Air Ludes

379

Yusnanto, 45, warga Desa Legokalong, Kecamatan Karanganyar, mengaku bahwa sebagian besar warga Desa Legokkalong kesulitan air bersih, karena hampir semua mata air mengering. Termasuk Sungai Sengkarang yang menjadi andalan warga juga ikut mengering.

“Air bersih bantuan ini hanya untuk konsumsi minum dan masak, tidak untuk mandi atau keperluan air,” ungkap Yusnanto yang telah menunggu datangnya bantuan air selama satu jam.

Menurutnya, untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, sebagian besar warga masih mengambil air bersih dari Sungai Sengkarang dengan cara mengendapkan terlebih dahulu selama 24 jam. Setelah itu, air baru bisa digunakan untuk konsumsi minum.

Sedangkan warga desa yang terbilang mampu, kata Yusnanto, bisa membeli air bersih isi ulang seharga Rp 4 ribu per galon yang digunakan untuk memasak. Namun sudah sebulan terakhir, usaha isi ulang di Kecamatan Karanganyar menaikkan harganya menjadi Rp 5 ribu per galon.

“Harga tersebut cukup mahal, karena sebagian besar warga mengonsumsi 2 galon per hari, untuk kebutuhan memasak dan minum. Bahkan ada yang untuk mandi, jika air di sungai sulit diperoleh,” kata Yusnanto yang mengisi 4 galon air bersih bantuan.

Sementara itu, Bripka Slamet Widodo, perwakilan dari Polres Pekalongan, menandaskan bahwa bantuan air bersih yang diberikan kepada warga tiga desa merupakan bagian dari rasa simpati Polri atas kesulitan warga, khususnya kebutuhan akan air bersih. Karena itu, bantuan air bersih akan diberikan juga kepada warga desa lain yang benar-benar mengalami kesulitan air.

“Kami ingin sedikit mengurangi beban warga dalam memenuhi kebutuhan air bersih. Beberapa hari ke depan, bantuan air bersih akan kami berikan, namun kepada desa lain yang mengalami kekeringan dan kesulitan air bersih,” jelasnya. (thd/ida)