Nguri-Uri Budaya Jawa

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

(DOK. PRIBADI)
(DOK. PRIBADI)

SEKS bebas dalam pandangan Ayu Setya Argarini, sangat merugikan generasi muda. Tidak saja karena perilaku buruk itu selalu dikaitkan dengan status pelajar atau mahasiswa, namun yang paling parah adalah karena akibatnya yang merusak masa depan tongkat penerus estafet kepemimpinan negeri ini. ”Selain itu seks bebas juga bukan budaya kita sebagai masyarakat timur. Adat dan istiadat kita juga tidak mengajarkan seperti itu,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (3/9).

Karena itulah, mahasiswi Jurusan Sastra dan Bahasa Jawa Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang (FBS-Unnes) angkatan 2010 ini bertekad tidak akan melakukan seks bebas. Baginya, aktif di berbagai kegiatan yang menunjang statusnya sebagai mahasiswi PTN besar, justru akan membuka jalan masa depannya kelak.

”Kita sebagai mahasiswi sekaligus penerus bangsa lebih baik menyibukkan keseharian dengan mengikuti organisasi di kampus. Itu akan lebih berdampak positif kepada diri kita sendiri,” tuturnya.

Ayu Setya sendiri pernah menjabat sebagai bendahara dan sekretaris UKM Karawitan. Asya panggilan akrabnya, mengaku enjoy nguri-uri budaya Jawa ini. Padahal sebenarnya, ia tidak memiliki keturunan murni dari Jawa, karena ayahnya berasal dari Bangka. Lebih dari itu, gadis penghobi renang dan fotografi ini mengaku lebih banyak menghabiskan waktunya untuk belajar.

”Daripada terbawa arus seks bebas, mending belajar sesuatu yang menguntungkan dan mengasyikkan semisal belajar fotografi yang ternyata sangat asyik dan tidak mengenal waktu. Di mana pun, kapan pun, kita bisa memotret lho,” ujar dara kelahiran Semarang, 5 September 1991 ini. (ewb/aro/ce1)

Berita sebelumyaSMPN 16 Terancam Digusur
Berita berikutnyaGigi Luna Maya Geripis
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -