Pengusaha Lebih Suka Tenaga Kerja Lokal

340

Meski begitu, pihaknya tidak memungkiri ada beberapa perusahaan yang mendatangkan tenaga kerja asing untuk mengisi sejumlah posisi penting di perusahaan. Perusahaan yang mendatangkan tenaga asing itu biasanya dimiliki asing juga. Mereka mendatangkan beberapa tenaga kerja yang mengisi jabatan penting salah satunya manajer. Tapi Sedangkan untuk posisi di bawah itu di antaranya operator, pengawas, dan staf kantor tetap diisi oleh tenaga kerja lokal. “Mereka tidak mau terlalu banyak mendatangkan tenaga kerja asing karena upahnya tidak kompetitif, justru bisa memberatkan ongkos operasional perusahaan,” jelasnya.

Seperti diketahui, dalam kurun waktu Februari-Agustus 2015, sebanyak 1.306 pekerja di Jateng telah mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Para pekerja yang terkena PHK tersebut berasal dari 11 perusahaan dari berbagai sektor di Jateng.

Asisten Ekonomi Pembangunan Sekda Jateng, Joko Sutrisno mengatakan, perlambatan pertumbuhan ekonomi, serta pelemahan nilai tukar rupiah memberikan dampak signifikan bagi operasional perusahaan – perusahaan tersebut. “Melemahnya rupiah ini dampaknya sangat besar, khususnya bagi perusahaan yang mengandalkan bahan baku produksi dari impor. Padahal, mereka jual produknya di dalam negeri menggunakan rupiah,” katanya, kemarin.

Namun begitu, lanjutnya, pihaknya meminta agar perusahaan di Jateng tidak langsung melakukan PHK meski situasi ekonomi saat ini cukup sulit. Perusahaan yang kesulitan, diharapkan bisa merumahkan karyawan terlebih dahulu, sembari menunggu situasi ekonomi membaik. “Kita sudah minta mereka untuk melakukan penjadwalan. Kalau bisa dirumahkan dulu. Baru nanti kalau sudah situasi membaik dipekerjakan lagi,” jelasnya. (amh/smu)