SMPN 16 Terancam Digusur

Terkena Proyek Tol Semarang-Batang

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

KENA PROYEK TOL: SMPN 16 Semarang yang bakal terkena dampak pembangunan jalan tol Semarang Batang. (kanan) Patok yang terpasang di halaman sekolah. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KENA PROYEK TOL: SMPN 16 Semarang yang bakal terkena dampak pembangunan jalan tol Semarang Batang. (kanan) Patok yang terpasang di halaman sekolah. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

NGALIYAN – Lahan SMP Negeri 16 Semarang bakal terkena proyek tol Semarang-Batang yang rencananya akan dilelang ulang tahun depan. Di lahan sekolah tersebut telah dipasang patok, sebagai tanda bakal terkena proyek tol trans Jawa tersebut. Namun hingga kini pihak sekolah belum mendapat kejelasan. Hal itu sempat membuat resah guru dan para siswa SMP di Jalan Prof Dr Hamka Ngaliyan tersebut. Mereka harap-harap cemas, bangunan sekolah akan direlokasi ke tempat yang jauh.

Pantauan Jawa Pos Radar Semarang di lokasi, patok yang menandai lokasi tersebut akan dibangun jalan tol sudah tertancap di halaman depan.

Menurut keterangan salah seorang guru setempat, Ngatirin, patok tersebut sudang dipasang sejak 3 tahun yang lalu. Namun kejelasan akan dibangun jalan tol kapan, hingga kini belum diterima oleh pihak sekolah. Sehingga hal itu berdampak pada proses pembangunan sekolah tersebut. Beberapa waktu lalu saat sekolah hendak mengajukan perbaikan lapangan basket ke Pemerintah Kota Semarang, tidak disetujui. Alasannya, sekolah bakal segera direlokasi. Alhasil, pihak sekolah melakukan perbaikan menggunakan biaya sendiri.

”Pada saat dulu sesudah penancapan patok, pihak sekolah mengajukan bantuan ke pemkot namun ditolak. Dengan alasan lokasi sekolah akan terkena dampak pembangunan tol,” ujar Ngatirin kepada Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (3/9).

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -