Tularkan Budaya Jerman Lewat Foto

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

INSPIRATIF: Pengunjung menikmati pameran foto yang digelar Gaganawati di Kampus UPGRIS, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
INSPIRATIF: Pengunjung menikmati pameran foto yang digelar Gaganawati di Kampus UPGRIS, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KARANGTEMPEL – Perilaku masyarakat Jerman yang disiplin dan tertib membuat mantan dosen UPGRIS RR Gaganawati Dyah Panca Harsanti Stegmann ingin menanamkan budaya positif tersebut kepada generasi muda di Indonesia.

Gaganawati mencoba menularkan perilaku disiplin dan tertib tersebut melalui sebuah pameran foto di Gedung Pusat UPGRIS, Kamis (3/9). “Banyak hal yang bisa dipelajari maupun dicontoh dari Jerman. Sebagai negara modern, namun masih memegang kebudayaan asli mereka yang ditunjukkan melalui berbagai macam festival yang digelar. Saya ingin ‘memindah’ Jerman ke sini melalui foto, sehingga bagi siapapun yang ingin tahu soal Jerman bisa melihat melalui foto dan tak perlu ke sana,” katanya.

Ada sekitar 100 buah foto yang dipamerkan oleh Gaganawati melalui pameran tunggalnya itu. Foto-foto hasil jepretannya itu diantara lain foto-foto festival di Jerman, kehidupan sehari-hari masyarakat Jerman, transportasi publik yang ada di Jerman, berbagai fasilitas umum, hingga foto tokoh Kanselir Jerman Angela Merkel.

“Saya alumni dari IKIP PGRI Semarang (UPGRIS) 2000 dan pernah ngajar (sebagai dosen) di sini juga. Melalui foto-foto ini saya mengajak generasi muda di kampus ini untuk dapat mengambil pelajaran atau hal-hal positif yang dimiliki masyarakat Jerman. Saya sudah 10 tahun di Jerman dan sekarang hanya berstatus ibu rumah tangga. Sebelumnya saya banyak aktif di berbagai komunitas foto dan lainnya,” tuturnya.

Pameran tersebut, merupakan kali kedua yang digelar Gaganawati di kampus bekas almamaternya itu. Sebelumnya pada 2013 dia pernah menggelar pameran tunggal kartu pos di kampus tersebut. “Selain menggelar pameran di sini, ketika saya kembali ke Jerman saya juga menggelar pameran di sana dan menunjukkan Indonesia melalui foto-foto saya. Diantaranya saya bersama komunitas Kampretos menggelar pameran foto di museum yang ada di Jerman dengan mengenalkan Indonesia di sana,” katanya. (ewb/zal)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -