Nenek Ditemukan Tewas, Tubuh Berlumur Arang

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

PANDANSARI – Nenek sebatang kara, Sri Rahayu, 70, ditemukan tewas mengenaskan di dalam rumahnya, di Jalan Pandansari IV nomor 452B, RT 8 RW 1, Jumat (4/9) Sore. Saat ditemukan, tubuh nenek yang kesehariannya berjualan makanan ringan di Puskesmas Poncol itu tergeletak di ruang dapur dalam kondisi berlumur arang.

Kali pertama, jasad korban ditemukan oleh tetangganya, Slamet Darmoko, 39, sekitar pukul 15.00. Ia mengaku curiga karena sudah tiga hari tidak melihat sang nenek tersebut. ”Biasanya, kalau sore masih terdengar menyalakan televisi. Ini sudah tiga hari terlihat sepi,” kata Slamet ditemui di lokasi.

Karena penasaran, Slamet akhirnya mengajak tetangga lain, Agus, untuk mengecek di rumah korban. Pintu rumah dalam keadaan terkunci dari dalam. ”Saya mengetuk pintu sambil memanggil, tapi tidak ada jawaban. Akhirnya terpaksa membuka melalui jendela,” katanya.

Betapa terenyak, setelah memeriksa di dalam ruangan, Slamet bersama Agus mendapati nenek janda tersebut telah terbujur kaku di ruangan dapur. ”Saya cek, kondisinya sudah meninggal dalam kondisi berlumur arang. Kami kemudian melaporkan kepada pihak RT dan diteruskan ke pihak kepolisian,” imbuhnya.

Menurut Slamet, selama ini, nenek tersebut tinggal sendirian. Anak-anaknya tinggal di luar kota, yakni di Madiun dan Solo. ”Saya bertemu terakhir pada Selasa pagi, saat itu korban usai belanja dari pasar,” imbuh Slamet.

Tak lama setelah menerima laporan, tim Inafis Polrestabes Semarang tiba di lokasi kejadian untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan melakukan evakuasi. Hasil identifikasi menyebutkan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Pihak kepolisian juga tidak menemukan indikasi pembunuhan ataupun korban perampokan. Sebab tidak ada barang yang hilang dan kondisi rumah tidak acak-acakan.

Terkait kondisi tubuh korban yang berlumuran arang, tim kepolisian menduga korban sempat terjatuh dan menimpa kompor minyak, sebelum meninggal. ”Diduga, korban meninggal akibat sakit. Besar kemungkinan terjatuh menimpa kompor. Sehingga tubuhnya terkena arang kompor,” kata salah seorang petugas Inafis. Aparat kepolisian mengevakuasi jasad korban dan dibawa ke RSUP dr Kariadi Semarang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, sembari menunggu pihak keluarga korban. (amu/zal/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -