Buka TPS di Lapas Ambarawa

KPU Tetapkan 1.700 TPS

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

UNGARAN-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Semarang menetapkan jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) dalam Pilkada 9 Desember 2015 sebanyak 1.700 TPS. Adapun jumlah TPS terbanyak kali ini terdapat di Kecamatan Ungaran Barat mencapai 144 TPS. Sedangkan jumlah TPS paling sedikit di Kecamatan Bancak, sebanyak 41 TPS.

Anggota KPU Kabupaten Semarang, Maskup Asyadi, mengatakan, dalam pemilu-pemilu sebelumnya, jumlah TPS dan pemilih paling banyak ada di Kecamatan Suruh. Namun dalam Pilkada kali ini paling banyak di Kecamatan Ungaran Barat. Hal itu disebabkan di Kecamatan Ungaran Barat banyak tumbuh perumahan. Sehingga banyak penduduk dari luar daerah mutasi menjadi penduduk Ungaran Barat. Sehingga jumlah pemilih di kecamatan ini bertambah.

“Jumlah pemilih di Ungaran Barat sebanyak 53.342 orang, terdiri atas 25.965 laki-laki dan 27.377 perempuan, jadi TPS-nya lebih banyak. Sedangkan jumlah pemilih di Bancak hanya 18.110 orang, terdiri atas 8.896 laki-laki dan 9.214 perempuan. Kalau pemilihnya banyak, secara otomatis jumlah TPS juga bertambah,” kata Maskup Asyadi kepada Jawa Pos Radar Semarang, kemarin.

Ketua KPU Kabupaten Semarang, Guntur Suhawan, menambahkan, dari total sebanyak 1.700 TPS Pilkada, salah satu TPS di antaranya berada di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Ambarawa, yakni TPS 13 Lodoyong. Disediakannya TPS di lapas tersebut untuk menampung hak pilih penghuni Lapas karena ada 46 narapidana (napi) yang menjadi penduduk Kabupaten Semarang.

“Untuk Pilkada ini, kami tidak menyiapkan TPS khusus di rumah sakit, puskesmas rawat inap maupun klinik rawat inap. Jadi, warga Kabupaten yang sakit di rumah sakit bisa menggunakan hak pilihnya di TPS terdekat. Cukup menunjukkan undangan dan KTP kepada petugas KPPS. Sehingga petugas kami yang akan datang ke TPS mendatangi pasien di rumah sakit,” pungkasnya. (tyo/aro)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -