Dinilai Belum Siap, Terkesan Dipaksakan

Pro dan Kontra Sekolah Lima Hari

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

HARUS PULANG SORE: Aktivitas siswa di salah satu SMK Negeri di Kota Semarang. Sejak diterapkan kebijakan lima hari sekolah, para siswa harus pulang hingga sore hari. (DOK. JAWA POS RADAR SEMARANG)
HARUS PULANG SORE: Aktivitas siswa di salah satu SMK Negeri di Kota Semarang. Sejak diterapkan kebijakan lima hari sekolah, para siswa harus pulang hingga sore hari. (DOK. JAWA POS RADAR SEMARANG)

PELAKSANAAN sekolah lima hari di tingkat SMA dan SMK masih menuai pro dan kontra. Para siswa merasa kesulitan dalam mengatur jadwal belajar di rumah. Hal itu dikarenakan, waktu belajar siswa lebih banyak dihabiskan di sekolah. Padahal kemampuan setiap siswa dalam menerima materi yang diberikan guru berbeda. Ada siswa yang mengaku senang dan lebih mengerti tentang materi pelajaran ketika diajarkan oleh guru di sekolah. Namun ada pula yang sebaliknya. Tak sedikit siswa yang lebih memilih belajar di rumah dengan alasan berbeda-beda.

Seperti yang diungkapkan seorang siswi SMA Negeri 2 Semarang, Pandan Galuh Dewanti. Siswi kelas XII tersebut sejak diberlakukannya sekolah lima hari, merasa terforsir tenaga dan pikirannya karena harus belajar selama 10 jam setiap hari, dalam lima hari. Lamanya belajar tersebut, belum ditambah jam ekstrakurikuler.

”Ada positifnya, ada negatifnya. Menurut aku dan teman-teman, sisi positifnya kita punya waktu weekend lebih lama dan bisa refreshing di hari Sabtu-Minggu. Cuma itu sih senengnya. Nah negatifnya tuh banyak banget. Kita bener-bener diforsir, karena harus mengikuti pelajaran selama 10 jam dalam 5 hari sampai sore. Padahal itu belum termasuk ekstrakurikuler,” kata Pandan kepada Jawa Pos Radar Semarang, Minggu (6/9).

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -