Indonesia Hanya Berharap Lima Besar

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

SEMARANG – Keinginan Timnas pelajar Indonesia untuk menjadi yang terbaik di ajang Asian Schools Football (ASF) U-18 Championship yang tengah di gelar di Baotou, Tiongkok saat ini pupus sudah.

Fredyan Wahyu dkk gagal lolos ke babak semifinal karena dibabak penyisihan finis di posisi keempat dibawah Korea Selatan, Iran dan Malaysia. Hasil ini jelas lebih buruk ketika ikut di kompetisi serupa dua musim terakhir.

Maklum saja, diAsian Schools Football (ASF) U-18 Championship 2013 Indonesia sukses menjadi runner up, sedangkan tahun lalu Indonesia harus puas finis diposisi juara ke-3. Di ajang tersebut, tiga punggawa Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Jateng masuk dalam daftar skuat Timnas Pelajar U-18 Indonesia. Ketiganya adalah Indonesia Fredyan Wahyu, Ricky Junian dan Wahid Abdurachman.

“Kalau pas lawan Malaysia sebenarnya permainannya seimbang. Kita saling serang sejak awal, bahkan sempat menahan seri, sayang delapan menit terakhir kita malah kebobolan tiga gol. Tapi kalau pas lawan Iran dan Korsel memang diatas angin Indonesia sudah kalah jauh jauh, permainannya juga kita kalah dari mereka,” terang Fredyan Wahyu ketika dihubungi melalui pesan elektronik.

Dibabak penyisihan grup A sendiri hasil kurang memuaskan diraih oleh Indonesia di ajang tersebut dengan raihan tiga kali kalah dan dua kali menang dalam lima kali pertandingan yang mereka lakoni.

Derita Indonesia dibuka setelah kalah 4-1 dari kontingen pelajar Malaysia. Setelah itu tim yang mengalahkan Indonesia di final 2013 dan semifinal 2014 Korea Selatan membuat derita Indonesia bertambah. Indonesia harus mengakui keunggulan tim ini dengan kekalahan 4-1.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -