Keyakinan Konsumen Melemah

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

SEMARANG – Hasil Survei Konsumen Bank Indonesia Agustus 2015 menunjukkan bahwa keyakinan konsumen masyarakat terhadap kondisi ekonomi Jawa Tengah melemah dibandingkan bulan sebelumnya, namun masih berada dalam level optimistis.

“Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Jawa Tengah pada Agustus 2015 menurun 6,5 poin menjadi sebesar 117,8,” ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah Iskandar Simorangkir, kemarin (7/9).

Pelemahan IKK tersebut, ucapnya, didorong oleh penurunan pada komponen pembentuknya yaitu Indeks Kondisi Ekonomi (IKE) menurun 5,7 poin menjadi sebesar 108,1 dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) menurun 7,3 poin menjadi sebesar 127,4.

Dari 4 kota yang disurvei, pelemahan IKK terjadi di kota Solo, Semarang dan Tegal yang tercatat menurun masing-masing sebesar 3,8 poin, 8,1 poin dan 13,2 poin dari bulan sebelumnya. Sementara itu, IKK kota Purwokerto tercatat meningkat 12,2 poin dari bulan sebelumnya.

Tekanan kenaikan harga diperkirakan semakin melambat pada 3 bulan mendatang. Hal ini terindikasi dari indeks ekspektasi harga yang turun 15,3 poin menjadi 167,7. Penurunan tekanan kenaikan harga diperkirakan terjadi pada semua kelompok komoditas dengan penurunan indeks terbesar terjadi pada kelompok Perumahan, Listrik, Gas, dan Bahan Bakar Sandang (turun 24,1 poin), kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau (turun 23,8 poin), serta kelompok Bahan Makanan (turun 23,1 poin).

Konsumen memperkirakan pada 6 bulan mendatang (Februari 2016) harga barang dan jasa secara umum juga akan mengalami penurunan. Hal ini terlihat dari indeks ekpektasi harga dalam 6 bulan mendatang akan menurun menjadi 178,9 atau turun 5 poin. “Perkiraan penurunan tekanan harga 6 bulan mendatang dipengaruhi oleh permintaan yang kembali normal setelah Tahun Baru,” jelanya. (dna/smu)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -