Puluhan Pelajar Diamankan Polisi

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

SALATIGA – Sebanyak 32 pelajar dari SMK Saraswati Salatiga, kemarin, diamankan petugas Polres Salatiga. Selain itu, petugas turut mengamankan dua pelajar SMK Kristen Salatiga dan enam pelajar dari SMK Muhammadiyah Salatiga. Mereka terpaksa diamankan karena terlibat bentrok , Senin (7/9) sekitar pukul 15.30.

Bentrok antar pelajar ini bermula ketika puluhan pelajar dari SMK Saraswati berombongan naik bus. Dugaan kuat, mereka hendak membalas dendam kepada siswa SMK Kristen dan SMK Muhamaddiyah. Sebab, beberapa hari sebelumnya ada siswa SMK Saraswati yang dilempari batu saat numpang truk. Mereka menuduh penyerang itu anak-anak dari SMK Kristen dan SMK Muhammadiyah.

Ketika sampai di perempatan Seruni, sebelum pertigaan Kauman, puluhan pelajar dari SMK Saraswati itu langsung berhamburan keluar dari bus setelah melihat ada sejumlah anak SMK sasaran, ada dipingir jalan. Tawuran pun terjadi dan saling lempar batu.

Karena jumlahnya kalah banyak, siswa SMK Muhamadiyah dan SMK Kristen kabur. Aksi pelajar yang tidak patut dicontoh ini diketahui petugas. Puluhan petugas Polres Salatiga, langsung turun ke lokasi. Petugas berhasil mengamankan sekita 40 siswa. Rinciannya 32 siswa dari SMK Saraswati, 6 siswa dari SMK Muhamaddiyah dan 2 siswa dari SMK Kristen.Mereka langsung dibawa ke Mapolres Salatiga untuk pendataan dan pembinaan.

Seorang siswa SMK Saraswati, P, 18, mengaku bersama rombongan naik bus bersama hendak pulang. Ia mengelak jika rombongannya hendak tawuran. “Sebelumnya saat kami pulang nunut truk, dilempari batu dari belakang. Untungnya tidak ada yang kena,” katanya.

Wakapolres Salatiga Kompol Iwan Irmawan mengatakan, para pelajar yang terlibat tawuran didata untuk diberi pembinaan dan menandatangani surat pernyataan tidak mengulangi lagi perbuatannya. Selain itu, juga memanggil kepala sekolah masing-masing sekolahan.(sas/fth)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -