Peritel Tunggu Stimulus Pemerintah

Jaga Pertumbuhan Bisnis, Alfamart Siapkan Strategi

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

KOMPLET: Sejumlah strategi disiapkan Alfamart agar pertumbuhan bisnis tetap terjaga. (IST)
KOMPLET: Sejumlah strategi disiapkan Alfamart agar pertumbuhan bisnis tetap terjaga. (IST)

SEMARANG – PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart) menyiapkan beberapa strategi untuk menjaga pertumbuhan bisnisnya di tengah pelambatan ekonomi yang juga berefek pada Industri Ritel tahun ini.

Presiden Direktur Alfamart, Anggara Hans Prawira mengatakan, untuk menghadapi pelemahan daya beli, perusahaan menerapkan beberapa strategi, diantaranya dengan menambah jumlah gerai, memanfaatkan teknologi informasi, mengoptimalkan lini bisnis di luar negeri, serta mengerek harga jual menjadi pilihan terakhir.

Jika terjadi kenaikan harga, perusahaan ritel ini akan mengerek harga dengan kisaran 4 hingga 10 persen. Pasalnya, para pemasok juga sudah secara lisan menyampaikan akan menaikkan harga.

Meskipun produk yang dipasarkan di gerai Alfamart merupakan produk lokal. Namun, beberapa di antaranya mengandung bahan baku impor, sehingga turut terkena imbas pelemahan rupiah.

Hans mengakui, opsi menaikkan harga bisa menurunkan daya beli konsumen yang berujung pada melambatnya pertumbuhan pendapatan dan laba perusahaan. Agar roda bisnis tetap terjaga, Alfamart memanfaatkan perangkat teknologi seperti tablet guna mengefisiensikan penggunaan kertas dalam setiap laporan transaksi bisnis di jaringan tokonya.

Tak hanya itu, perusahaan ritel ini juga terus menambah gerai untuk meningkatkan volume penjualan barang. Hingga Juni 2015, perusahaan telah menambah lebih dari 500 gerai, sedangkan sisanya akan digenjot di semester kedua. “Targetnya, sekitar 1.200 penambahan gerai baru sepanjang 2015,” kata Hans.

Hans mengatakan bahwa kondisi perekonomian saat ini menjadi tantangan bagi peritel. Karena itu lanjutnya, perusahaan tidak mematok target yang muluk untuk tahun ini. “Target pertumbuhan kami hanya sekitar 6 hingga 10 persen,” tuturnya. “Kami berharap spending Pemerintah (anggaran belanja) segera digulirkan sehingga memicu daya beli masyarakat menjadi naik. Proyek infrastruktur yang belum dijalankan Pemerintah bisa menstimulus daya beli masyarakat,” tandasnya.

Salah satu pemasok peritel, yakni Unilever, dikabarkan mulai menaikkan harga jual sejumlah produknya dengan rata-rata 1 persen per Agustus 2015. Menurut Tim Riset KDB Daewoo Securities Indonesia, manajemen Unilever mengungkapkan tiga strategi utamanya untuk meghadapi tantangan tahun ini. Pertama, meningkatkan margin, contohnya melalui promosi penjualan. Kedua, memperkuat jaringan distribusi dengan menambah fasilitas di area yang sudah dikuasai. Ketiga, meluncurkan produk baru untuk mendongkrak margin. (*)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -