Renovasi Jatidiri, Awal Kebangkitan Prestasi Olahraga Jawa Tengah

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

PRIHATIN: Menpora RI Imam Nahrawi saat duduk di salah sattu tribun Stadion Jatidiri dalam kunjungannya di Jateng beberapa waktu lalu. Menpora sangat mendorong dan mendukung agar Jatidiri direnovasi agar mampu menjadi pusat pembinaan prestasi olahraga di Jawa Tengah. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PRIHATIN: Menpora RI Imam Nahrawi saat duduk di salah sattu tribun Stadion Jatidiri dalam kunjungannya di Jateng beberapa waktu lalu. Menpora sangat mendorong dan mendukung agar Jatidiri direnovasi agar mampu menjadi pusat pembinaan prestasi olahraga di Jawa Tengah. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

GUBERNUR Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam sebuah kesempatan menyatakan siap memberikan perhatian yang lebih optimal terhadap prestasi olahraga Jateng. Langkah yang bakal dilakukannya di antaranya adalah membangun atau menyempurnakan sarana dan prasarana olahraga di Jateng, di antaranya menjadikan Jatidiri sebagai sports centre. Renovasi Jatidiri ini diharapkan menjadi awal kebangkitan prestasi olahraga di Jawa Tengah.

Gubernur mengatakan, fasilitas olahraga di kompleks Gelanggang Olah Raga (GOR) Jatidiri sudah sangat tidak layak. “Kalau masuk Jatidiri saya kok merasa ‘sepet’. Lihat saja kondisinya, ini memalukan untuk sekelas ibukota provinsi,” ujarnya.

Karena itulah pihak Pemprov Jateng siap mengalokasikan anggaran yang pantas untuk pembangunan kembali kompleks olahraga tersebut. Ganjar akan memberikan apresiasi pada tokoh atau pihak swasta yang mau membantu pembangunan, mengingat keterbatasan APBD Jateng yang hanya Rp 16 triliun, dengan penduduk mencapai 32 juta jiwa. Menurut Ganjar, angka tersebut tak sebanding dengan DKI Jakarta misalnya, yang penduduknya jauh lebih sedikit namun APBD-nya mencapai Rp 70 triliun.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -